Wales Vs Serbia, Pembalasan 'Si Tarzan' Bale  

Sabtu, 12 November 2016 | 11:05 WIB

Wales Vs Serbia, Pembalasan 'Si Tarzan' Bale   

Pemain Wales, Gareth Bale dan pemain Georgia, Solomon Kvirkvelia, berebut bola dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 di Stadion Cardiff City, Cardiff, Wales, 10 Oktober 2016. Nick Potts/PA via AP

TEMPO.COJakarta – Ternyata ikat rambut sangat penting artinya buat bintang Wales, Gareth Bale. Tanpa karet bulat itu, ia menjadi olok-olok. Itulah yang terjadi saat Bale turun bersama tim nasional Wales ketika melawan Georgia, bulan lalu.

Tanpa disadari, karet pengikat rambut pemain Real Madrid itu lepas dan jatuh di lapangan. Alhasil, Bale—yang sibuk menggiring bola—membiarkan rambut panjangnya tergerai. Namun hal itu tidak membuatnya terlihat manis. Yang terjadi justru sebaliknya.

“Kami menertawakannya,” ujar Joe Ledley, pemain Wales yang punya berewok. “Dia terlihat seperti Tarzan.”

Gara-gara peristiwa itulah Bale mendapat julukan baru: Tarzan, tokoh pemuda yang besar di hutan. Namun itulah asyiknya Bale. Meski ia pemain hebat dan baru merengkuh gelar Pemain Terbaik Wales 2016, Bale sama sekali tidak marah. 

Teman-temannya pun senang. “Kami memang setara. Karena itulah kami tidak bisa memperlakukan seseorang berbeda dari lainnya,” kata Ledley.

Kebersamaan dan kesetaraan yang dipupuk pelatih muda yang juga asyik, yakni Chris Coleman, 46 tahun, itu membuat Wales menjelma menjadi tim solid yang sukar dikalahkan. Buktinya, dalam Piala Eropa lalu, tim itu lolos hingga babak semifinal.  

Semangat yang sama juga tim itu bawa dalam babak kualifikasi Piala Dunia 2018, terutama dalam mempersiapkan pertandingan di Cardiff, dinihari nanti. Maklum, lawannya adalah Serbia, yang punya pemain hebat semacam Nemanja Matic, Aleksandar Kolarov, dan Aleksandar Mitrovic. 

Bersama Republik Irlandia, Serbia kini menjadi pemuncak klasemen Grup D dengan nilai 7. Coleman tentu harus berhati-hati, terutama menghadapi serangan balik yang biasanya diatur lewat kaki Aleksandar Kolarov dari lini tengah Serbia.  

Wales sendiri punya pengalaman tak sedap dengan tim pecahan negara Yugoslavia itu. Dalam kualifikasi Piala Dunia 2014, Wales dibantai 1-6 dalam pertandingan di Novi Sad, Serbia. 

Jonny William, yang menjadi pemain cadangan dalam pertandingan itu, merasakan kepedihan yang dalam. “Kini, dengan pemain yang relatif sama, kami harus melakukan sesuatu yang sangat spesial,” tuturnya. 

Williams, yang bermain di Ipswich, akan menjadi tambahan tenaga di sektor tengah. Sebelumnya, dalam tiga laga awal, ia harus minggir akibat cedera.  

Ini yang bikin Coleman kalem. Tambahan tenaga lainnya adalah Aaron Ramsey, pemain Arsenal yang sudah bisa tampil. Sebelumnya, sama dengan Williams, dalam tiga laga awal ia absen. 

Meski kuat di lini tengah, Coleman tetap membutuhkan lini depan yang serakah gol. Nah, kalau untuk ini, Gareth Bale menjadi harapan. Gol-gol si Tarzan inilah yang diharapkan bisa membuat mereka menang serta membalas rasa sakit hati Wales empat tahun lalu di Novi Sad.  

SKY SPORTS | BBC | THE SUN | IRFAN 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]