Tag: Misoprostol

Kapan anda mulai perdarahan dan berlangsung berapa lama?

Setelah menggunakan Misoprostol anda akan mengalami perdarahan dan kram. Perdarahan biasanya dimulai dalam waktu 4 jam setelah pil digunakan, tapi kadang terlambat.
Perdarahan paling berat biasanya terjadi 2-5 jam setelah penggunaan misoprostol dan akan berkurang dalam 24 jam. Kram dan perdarahan paling intens umumnya berlangsung selama 3-5 jam, tapi bisa juga kurang atau lebih. Beberapa perempuan mengalami perdarahan berat hingga 48 jam dan mengeluarkan gumpalan-gumpalan hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu setelah menggunakan misoprostol. Hal ini biasa terjadi dan tidak berbahaya, kecuali anda menggunakan dua pembalut ukuran maxi setiap jam selama 2 jam berturut-turut. Hal yang wajar jika tubuh anda memerlukan waktu untuk membersihkan rahim. Tubuh setiap perempuan berbeda.

Bagi beberapa perempuan, perdarahan dan kram, dan juga beberapa efek samping lainnya seperti mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, dan rasa panas atau demam mungkin terjadi setelah menggunakan Misoprostol.

Perdarahan seringkali menjadi pertanda awal bahwa aborsi telah mulai. Jika aborsi berlanjut, perdarahan dan kram menjadi lebih kuat. Perdarahan yang terjadi seringkali lebih berat daripada menstruasi normal, dan mungkin beserta gumpalan. Semakin lama usia kehamilan, akan semakin berat kram dan perdarahan. Jika aborsi sudah lengkap, kram dan perdarahan akan mereda. Saat terjadinya aborsi dapat diketahui dari puncak perdarahan berat, kram dan nyeri yang lebih kuat.

Biasanya, perdarahan ringan akan berlangsung selama 1 sampai 3 minggu setelah aborsi, tapi rentang waktu ini juga bervariasi. Periode menstruasi normal akan kembali setelah 4 sampai 6 minggu.

Perdarahan paling berat biasanya terjadi 2-5 jam setelah penggunaan misoprostol dan akan berkurang dalam 24 jam. Kram dan perdarahan paling intens umumnya berlangsung selama 3-5 jam, tapi bisa juga kurang atau lebih. Beberapa perempuan mengalami perdarahan berat hingga 48 jam dan mengeluarkan gumpalan-gumpalan hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu setelah menggunakan misoprostol. Hal ini biasa terjadi dan tidak berbahaya, kecuali anda menggunakan dua pembalut ukuran maxi setiap jam selama 2 jam berturut-turut. Hal yang wajar jika tubuh anda memerlukan waktu untuk membersihkan rahim. Tubuh setiap perempuan berbeda.

Apa efek samping obat-obatan aborsi medis?

Aborsi medis biasanya menyebabkan efek samping seperti nyeri dan kram, juga perdarahan yang disertai dengan gumpalan dan jaringan. Mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, dan rasa panas atau demam juga dapat terjadi.

Demam terjadi setelah pemberian Misoprostol, berlangsung kurang dari 24 jam dengan panas 38 derajat celcius adalah efek samping yang wajar. Bila demam berlangsung lebih dari 24 jam atau lebih dari 38 derajat celcius, anda harus segera mencari bantuan medis.

Reaksi alergi terhadap obat-obatan dapat menyebabkan gatal-gatal (bilur-bilur gatal atau benjolan pada kulit).

Apabila efek samping yang dialami ekstrim, anda mungkin mengalami komplikasi. Silakan membaca pertanyaan “Bagaimana mengetahui terjadinya komplikasi dan apa yang harus dilakukan?” jika anda kemungkinan mengalami efek samping yang tidak biasa.

Sumber ilmiah:

Kebanyakan perempuan akan mengalami kram dan nyeri selama aborsi medis, terutama setelah penggunaan Misoprostol. Dalam banyak kajian ilmiah mengenai topic ini, kebanyakan perempuan menerangkan rasa nyeri yang dialami sedikit lebih buruk dibanding nyeri menstruasi biasa.
Beberapa perempuan mengalami mual, muntah, atau diare, namun hal ini diperkirakan sebagai efek dari awal kehamilan seperti juga efek Misoprostol. Umumnya efek samping ini akan mereda dengan sendirinya dan tidak memerlukan penanganan medis. Sakit kepala, pusing ringan, demam, dan rasa panas adalah gejala-gejala yang juga hilang dengan sendirinya.

Kemungkinan apa yang membuat janin mengalami kecacatan jika kehamilan anda berlanjut?

Apabila anda mengalami kehamilan yang berlanjut setelah menggunakan Misoprostol, resiko memiliki bayi dengan cacat lahir makin meningkat. Namun, resiko ini tergolong kecil, kurang dari 1 diantara 1000. Resiko ini lebih kecil dibandingkan resiko melahirkan bayi dengan Down Syndrome.

Kami menyarankan perempuan dengan kehamilan yang berlanjut untuk menjalani aborsi secara medis atau operasi untuk menghentikan kehamilan supaya terhindar dari resiko janin mengalami kecacatan.

Sumber ilmiah:
Janin yang terpapar Misoprostol dapat mengalami kecacatan, seperti pada tengkorak dan kelainan tungkai (dinamakan Sindrom Mobius).
Meski begitu, resiko memiliki bayi dengan kecacatan setelah menggunakan Misoprostol masih rendah dan sulit diukur.

Sebagai perbandingan: resiko memiliki anak dengan Down syndrome adalah 1/1,300 untuk perempuan berusia 25 tahun; pada umur 35 tahun, resiko ini meningkat 1/365.  Hanya perempuan hamil berusia lebih dari 35 tahun yang disaring untuk Down Syndrome menunjukkan bahwa resiko bayinya mengalami Down Syndrome lebih rendah 1 diantara 365, dan dianggap bisa diterima. Hal ini jauh lebih beresiko daripada Mobius Syndrome sebagai akibat penggunaan Misoprostol (kurang dari 1/1000).

Karena pembatasan distribusi Misoprostol, Dengan membuat regimen yang lebih efektif tersedia, layanan bantuan aborsi ini membuat prosedur aborsi medis mandiri lebih aman bagi perempuan dan mengurangi resiko kehamilan berlanjut dan berakhir dengan kecacatan pada janin, walau pun resiko ini sangat kecil.

Kapan anda tidak boleh menggunakan Misoprostol?

Anda tidak boleh menggunakan obat-obatan tersebut jika:

  • Orang lain memaksa anda untuk menghentikan kehamilan.
  • Anda tidak yakin ingin mengakhiri kehamilan.
  • Hari pertama menstruasi terakhir anda lewat dari 16 minggu.
  • Anda memilki alergi terhadap Mifepristone, Misoprostol, atau prostaglandin
  • Anda memiliki penyakit seperti berikut: kegagalan adrenal kronis, gangguan hemoragik atau kelainan darah, porphyries turunan (kondisi ini biasanya sudah anda ketahui sejak lama).
  • Anda masih memakai IUD. Alat ini harus dikeluarkan sebelum menggunakan obat-obatan.
  • Anda mengalami kehamilan ektopik (kehamilan diluar rahim).
  • Anda tidak berada dalam jarak 1 jam dari rumah sakit atau layanan kesehatan umum.
  • Anda sendirian. Anda harus meminta pasangan, teman atau orang terpercaya lainnya untuk tinggal bersama anda selama menggunakan obat-obatan.

Apa yang terjadi jika anda tidak hamil tapi menggunakan obat-obatan aborsi medis?

Kesehatan anda tidak akan terancam jika anda tidak hamil namun menggunakan obat-obatan. Meski begitu, anda mungkin akan mengalami efek samping umum dari obat seperti mual, muntah, diare, atau sedikit demam sampai dengan 24 jam.

Sumber ilmiah:

“Bukti menunjukkan bahwa penggunaan Mifepristone pada perempuan yang tidak hamil tidak menyebabkan bahaya medis dan memiliki sedikit efek samping saja”. Misoprostol biasanya digunakan oleh perempuan yang tidak hamil untuk pencegahan dan pengobatan tungkak lambung.

Apa saja kontraindikasinya dan bagaimana cara mengetahuinya?

Kontraindikasi merupakan kondisi atau situasi yang menghalangi anda dari penggunaan Misoprostol secara aman. Umumnya hal ini telah anda ketahui sebelumnya.

Proses penyaringan informasi tentang kontraindikasi di internet sama dengan kunjungan tatap muka antara dokter dan pasien. Dokter umumnya mengetahui kontraindikasi dengan bertanya kepada pasien apakah ia memiliki salah satu dari kondisi medis tersebut. Anda mungkin tidak mengetahui apakah anda alergi terhadap obat ini atau tidak, namun reaksi alergi jarang terjadi dan sangat ringan (gatal-gatal).

Sumber ilmiah:

Perempuan biasanya mengetahui jika mereka memiliki IUD yang masih terpasang, gangguan hemoragik, kegagalan adrenal kronis; jika mereka menjalani terapi jangka panjang, atau jika mereka punya alergi terhadap mifepristone, misoprostol, jenis prostaglandin lainnya.Seorang perempuan mungkin tidak mengetahui apakah ia alergi terhadap salah satu obat, namun reaksi alergi jarang terjadi. Pada sebuah kajian yang melibatkan 80.0000 perempuan yang sudah menggunakan mifepristone, 6 perempuan (0.008%) mengalami reaksi alergi ringan (gatal-gatal) paska pemakaian. Dalam 6 kasus ini, perempuan mulai mengalami gatal-gatal, atau bekas yang teramat gatal. Semua perempuan tersebut menerima perawatan menggunakan antihistamine oral dan menggunakan misoprostol tanpa ada masalah.

“Semua kontraindikasi Misoprostol, kecuali usia kehamilan…jarang terjadi dan biasanya berdasarkan rekam medis, sehingga hal tersebut umumnya telah diketahui sebelumnya. Dokter melakukan pemeriksaan kontraindikasi dengan mengajukan pertanyaan apakah mereka memililki kondisi ini.

Apa itu aborsi medis?

Aborsi medis menggunakan obat atau kombinasi tablet untuk menyebabkan kehamilan berhenti tanpa operasi hingga usia kehamilan 10 minggu.
Aborsi medis yang paling aman dan efektif menggunakan dua jenis pil yang berbeda, bernama Mifepristone dan Misoprostol. Pil-pil ini akan memicu kehamilan keluar secara spontan dari rahim.

Sumber ilmiah:

Mifepristone dan Misoprostol merupakan obat-obatan penting yang didaftar oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Mifepristone menghambat hormon progesterone yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Tanpa hormon ini pelekatan telur yang dibuahi ke dinding rahim akan terganggu, dan rahim akan berkontraksi. Misoprostol meningkatkan kontraksi dan membantu mengeluarkan produk-produk kehamilan dari rahim.

Mifepristone dikombinasi dengan Misoprostol terbukti sangat efektif dan aman, serta dapat dilakukan untuk aborsi trimester pertama. Efek samping dari metode aborsi ini termasuk kram dan perdarahan seperti menstruasi yang lebih lama. Efek samping umum lainnya adalah mual, muntah, dan diare. Resiko komplikasi serius terhitung rendah. Penelitian menunjukkan bahwa aborsi medis aman dilakukan di rumah selama perempuan tinggal dekat layanan kesehatan seperti rumah sakit atau klinik.

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]