Tag: aborsi

Apakah aman melakukan aborsi medis lagi jika pernah melakukannya di masa lalu?

Perempuan subur selama kurang lebih 40 tahun. Beberapa perempuan membutuhkan lebih dari sekali aborsi karena alasan kegagalan kontrasepsi, atau karena perempuan tidak dapat memilih kapan berhubungan seksual, atau karena kontrasepsi atau informasi mengenai kontrasepsi tidak tersedia.

Melakukan aborsi aman, bahkan jika lebih dari sekali, tidak berpengaruh pada kesehatan perempuan atau kemampuan untuk memiliki anak di masa depan.

Apa itu aborsi medis?

Aborsi medis menggunakan obat atau kombinasi tablet untuk menyebabkan kehamilan berhenti tanpa operasi hingga usia kehamilan 10 minggu.
Aborsi medis yang paling aman dan efektif menggunakan dua jenis pil yang berbeda, bernama Mifepristone dan Misoprostol. Pil-pil ini akan memicu kehamilan keluar secara spontan dari rahim.

Sumber ilmiah:

Mifepristone dan Misoprostol merupakan obat-obatan penting yang didaftar oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Mifepristone menghambat hormon progesterone yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Tanpa hormon ini pelekatan telur yang dibuahi ke dinding rahim akan terganggu, dan rahim akan berkontraksi. Misoprostol meningkatkan kontraksi dan membantu mengeluarkan produk-produk kehamilan dari rahim.

Mifepristone dikombinasi dengan Misoprostol terbukti sangat efektif dan aman, serta dapat dilakukan untuk aborsi trimester pertama. Efek samping dari metode aborsi ini termasuk kram dan perdarahan seperti menstruasi yang lebih lama. Efek samping umum lainnya adalah mual, muntah, dan diare. Resiko komplikasi serius terhitung rendah. Penelitian menunjukkan bahwa aborsi medis aman dilakukan di rumah selama perempuan tinggal dekat layanan kesehatan seperti rumah sakit atau klinik.

Apa yang terjadi jika aborsi medis dilakukan setelah 14 minggu pertama kehamilan?

Anda dapat melakukan aborsi medis hingga usia kehamilan 16 minggu. Jika usia kehamilan anda lebih dari 16 minggu dan aborsi medis tetap dilakukan, obat-obatan masih bekerja dan mampu menyebabkan aborsi. Namun, resiko komplikasi meningkat dan anda mungkin akan membutuhkan perawatan dokter (bacalah tabel dibawah ini mengenai komplikasi untuk mengetahui angka peningkatan resiko). Oleh karenanya, disarankan untuk memakai obat-obatan ketika berada di ruang tunggu rumah sakit atau di kafe dekat rumah sakit. Hal ini untuk menjaga bila terjadi situasi medis darurat. Gejala-gejalanya persis seperti keguguran. Bila anda memerlukan perawatan darurat di rumah sakit, sampaikan pada dokter anda mengalami keguguran, karena perempuan dapat dituntut atas tindakan aborsi. Gejala dan perawatannya sama dengan keguguran.

Perhatikan juga bahwa anda akan kehilangan banyak darah dan jaringan, dan kemungkinan janin (ukurannya tergantung lama kehamilan) yang bisa dikenali. Hal ini cukup membuat stres. Jika anda tidak memiliki alternatif lain, aborsi medis merupakan cara yang jauh lebih aman dibanding cara-cara berbahaya lainnya seperti memasukkan benda tajam ke dalam vagina, menelan bahan kimia beracun seperti pemutih, atau memukuli perut. Jangan pernah gunakan metode tersebut!

Sumber ilmiah:

Aborsi medis telah terbukti efektif digunakan pada trimester pertama kehamilan (usia 12 minggu) dan bahkan trimester kedua kehamilan. Namun, resiko komplikasi karena aborsi medis meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Terdapat peningkatan jumlah prosedur operasi yang disebabkan oleh kegagalan obat atau perdarahan berat.

Lama Kehamilan % perempuan yang memerlukan perawatan medis lebih lanjut
0-7 minggu 2 %
7-9 minggu 2.5%
9-10 minggu 2.7%
10-11 minggu 3.3%
11-13 minggu 5.1%
13-16 minggu 8%

(Perawatan komplikasi aborsi medis meliputi vakum aspirasi untuk kehamilan yang berlanjut atau aborsi tidak lengkap.)

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]