Deteksi Pneumonia Pada Anak? Hitung Napasnya

Jum’at, 18 November 2016 | 23:02 WIB

Deteksi Pneumonia Pada Anak? Hitung Napasnya

Ilustrasi. kidfocused.com

TEMPO.CO, Jakarta – Pneumonia adalah salah satu penyakit mematikan yang sering terjadi pada anak. Penyakit ini terjadi karena adanya infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru.

Sayangnya, masih banyak orang tua yang belum paham dengan penyakit ini. Seringkali mereka menganggap gejala pneumonia adalah gejala batuk atau flu biasa. Lalu, bagaimana menyeleksi penyakit ini?

Cissy B. Kartasasmita, ahli penyakit dalam dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, mengatakan penyakit ini dapat dideteksi dengan mudah. “Menghitung jumlah napas pada balita adalah standar tatalaksana pneumonia,” kata dia saat ditemui di Gedung Intiland Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis, 17 November 2016.

Dengan menghitung napas balita batuk, kita dapat mendeteksi secara dini penyakit ini.

“Hitung minimal 3 kali untuk memastikan. Misalnya saat pagi, malam atau saat tidur. Kalau memang cepat bawa ke rumah sakit lalu lakukan pengecekan serupa untuk memastikan,” ujar dosen di Departemen Ilmu Kesehatan Anak Universitas Padjadjaran ini.

Sementara itu, jumlah batasan tarikan nafas normal pada anak dibawah 2 bulan sebanyak 60 kali per menit, umur 2-12 bulan sebanyak 50 kali per menit dan umur 12-59 bulan sebanyak 40 kali per menit.

Ia juga mengingatkan daya tahan tubuh anak berbeda-beda satu sama lainnya sehingga untuk mengukur kesehatan anak tidak universal. “Ada anak yang kena ujan angin tetap sehat tapi ada juga yang hanya terkena angin langsung sakit,” katanya.

Namun, untuk kasus ini sedikit berbeda. “Kalau nafas mereka cepat, kemungkinan besar pneumonia bisa terjadi,” katanya.

DINI TEJA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]