Kategori: 5. Umum

Apa itu aborsi medis?

Aborsi medis menggunakan obat atau kombinasi tablet untuk menyebabkan kehamilan berhenti tanpa operasi hingga usia kehamilan 10 minggu.
Aborsi medis yang paling aman dan efektif menggunakan dua jenis pil yang berbeda, bernama Mifepristone dan Misoprostol. Pil-pil ini akan memicu kehamilan keluar secara spontan dari rahim.

Sumber ilmiah:

Mifepristone dan Misoprostol merupakan obat-obatan penting yang didaftar oleh Organisasi Kesehatan Dunia.

Mifepristone menghambat hormon progesterone yang diperlukan untuk mempertahankan kehamilan. Tanpa hormon ini pelekatan telur yang dibuahi ke dinding rahim akan terganggu, dan rahim akan berkontraksi. Misoprostol meningkatkan kontraksi dan membantu mengeluarkan produk-produk kehamilan dari rahim.

Mifepristone dikombinasi dengan Misoprostol terbukti sangat efektif dan aman, serta dapat dilakukan untuk aborsi trimester pertama. Efek samping dari metode aborsi ini termasuk kram dan perdarahan seperti menstruasi yang lebih lama. Efek samping umum lainnya adalah mual, muntah, dan diare. Resiko komplikasi serius terhitung rendah. Penelitian menunjukkan bahwa aborsi medis aman dilakukan di rumah selama perempuan tinggal dekat layanan kesehatan seperti rumah sakit atau klinik.

Apakah sulit melakukan aborsi medis sendiri?

Tidak. Anda dapat menggunakan Mifepristone dan Misoprostol secara mandiri. Menggunakan Mifepristone dan Misoprostol tidaklah sulit, sama dengan penggunaan obat-obatan lainnya. Anda akan mendapatkan instruksi yang jelas mengenai cara pemakaian obat, apa yang akan terjadi, dan kapan pergi ke dokter. Jika anda punya pertanyaan tentang setiap langkah dari proses tersebut, silakan menghubungi helpline. Aborsi medis tidak perlu dilakukan di rumah sakit atau Puskesmas.

Resiko aborsi medis tidak berbeda dari keguguran. Keguguran biasanya tidak terjadi di rumah sakit, tetapi di rumah. Kebanyakan perempuan bisa menangani aborsi medis secara mandiri di rumah dan hanya akan ke rumah sakit jika terjadi masalah seperti perdarahan berat atau demam. Aborsi medis memicu keguguran. Anda dapat menggunakan obat-obatan tersebut di rumah hanya jika kehamilan anda tidak lebih dari 9 minggu dan anda tinggal satu jam dari layanan kesehatan.

Sumber ilmiah:

Mifepristone dan Misoprostol tidak menyebabkan efek samping yang harus selalu dimonitor dalam seting klinis. Pemakaian Mifepristone – Misoprostol secara mandiri dengan benar tidaklah rumit. Tidak seperti obat-obatan lain, seperti Adriamycin atau penisilin suntik yang memerlukan pengawasan dokter saat pemakaian untuk memantau reaksi cepat atau potensi reaksi fatal, penggunaan Mifepristone dan Misoprostol aman, mudah, dan dapat terpantau baik selama atau sesudah pemakaian.

Beberapa kajian telah dilakukan untuk menentukan apakah perempuan dapat menggunakan misoprostol di rumah, dan hasilnya adalah ya, perempuan mampu menggunakan misoprostol secara mandiri di rumah dan hal ini aman dilakukan . Dalam kajian-kajian tersebut, perempuan memakai Mifepristone di klinik, dan kemudian memakai Misoprostol di rumah. Misoprostol merupakan bagian dari regimen yang dapat menyebabkan kontraksi dan perdarahan. Misoprostol lebih beresiko dibandingkan Mifepristone. Namun, para peneliti memastikan bahwa perempuan dapat menggunakan obat-obatan ini di rumah. Dari kajian-kajian tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa perempuan mampu menggunakan Mifepristone di rumah dengan benar dan aman.

Beberapa kajian yang ada membuktikan bahwa perempuan mampu menangani efek samping yang ditimbulkan. Satu kajian telah dilakukan dengan melibatkan ribuan perempuan amerika untuk menguji apakah mereka dapat menggunakan Mifepristone dan Misoprostol dengan aman dan sukses tanpa pengawasan penuh dari tenaga ahli. Para peneliti menemukan bahwa perempuan mampu mengikuti petunjuk mencari perawatan lanjutan jika timbul masalah. Melalui kajian-kajian tersebut selalu dapat disimpulkan bahwa perempuan mampu menangani jaringan dan darah yang keluar selama aborsi medis yang dilakukan secara mandiri.

Dalam kajian lainnya yang melibatkan lebih dari 1.000 perempuan, para peneliti menyatakan bahwa kunjungan tindak lanjut ke klinik setelah aborsi medis mungkin tidak diperlukan. Mereka menyatakan, “Hanya sedikit bukti menunjukkan bahwa kunjungan lanjutan wajib mendeteksi kondisi yang tidak dapat dipelajari oleh perempuan. Seperti telah disarankan bahwa pemberian petunjuk sederhana dan saran untuk mendeteksi komplikasi kepada perempuan dapat menjadi alternatif atas tindak lanjut di klinik. Perempuan akan mencari perawatan medis jika mereka menemukan masalah. Saat mereka memiliki informasi dan akses terhadap perawatan medis jika terjadi keadaan darurat, perempuan baik di negara berkembang atau maju dapat mengendalikan efek aborsi secara mandiri.

Dokter-dokter di Scotlandia melakukan kajian dimana perempuan melakukan aborsi di rumah. Salah satu peneliti, Dr. Gillian Penney of Aberdeen University, menyatakan, “Saya sangat terkejut dengan tingkat penerimaan aborsi mandiri diantara para perempuan. Saya kira hal itu akan membuat ngeri perempuan dan mereka akan meminta didampingi staff yang dapat mendukung dan meyakinkan mereka selama proses berlangsung. Namun, para perempuan yang benar-benar mengalaminya merasa bahwa situasi ini adalah hal yang bisa mereka atasi di rumah. Kebanyakan ingin memilih pendampingnya dan dapat menggunakan toilet pribadinya sendiri. Tidak seorang pun dari 50 perempuan dalam kajian tersebut yang melaporkan adanya masalah. The British Pregnancy Advisory Service dan the Royal College of Obstetricians and Gynaecologists mendukung akses perempuan terhadap aborsi medis mandiri.

Apakah aborsi medis berbahaya?

Aborsi medis yang dilakukan pada rentang waktu 9 minggu pertama kehamilan memiliki sedikit sekali resiko komplikasi. Resikonya sama besar dengan saat perempuan mengalami keguguran alami. Masalah seperti ini dapat ditangani oleh dokter dengan mudah. Dari 100 perempuan yang melakukan aborsi medis, 2 atau 3 perempuan harus pergi ke dokter atau layanan kesehatan darurat untuk menerima perawatan lebih lanjut. Di Negara dimana proses persalinan dianggap aman, 1 diantara 10.000 perempuan meninggal saat melahirkan. Sedangkan, kurang dari 1 diantara 100.000 perempuan yang melakukan aborsi medis meninggal. Hal ini membuat aborsi medis lebih aman dibanding proses persalinan, dan seaman keguguran spontan. Ini berarti bahwa aborsi aman dengan Mifepristone dan Misoprostol dapat menyelamatkan nyawa perempuan.

Sumber ilmiah:

Penelitian menunjukkan bahwa sedikit sekali komplikasi serius yang disebabkan oleh aborsi medis dibandingkan dengan angka perempuan yang sukses melakukan aborsi medis. Dalam segelintir kasus, intervensi bedah seperti kuret (vakum aspirasi) diperlukan, hal ini dapat dilakukan oleh fasilitas kesehatan yang biasa menangani kasus perempuan yang keguguran.

 

Lama Kehamilan % dari perempuan yang membutuhkan perawatan medis lebih lanjut
0- 49 hari (0-7 minggu) 2 %
40-63 hari (7-9 minggu) 2.5%
64-70 hari (9-10 minggu) 2.7%
71-77 hari (10-11 minggu) 3.3%

(Perawatan medis lanjutan termasuk vakum aspirasi untuk kehamilan yang berlanjut atau aborsi tidak lengkap.)

2 atau 3 dari 100 perempuan yang melakukan aborsi medis akan membutuhkan bantuan dokter setempat, puskesmas, atau rumah sakit untuk menerima perawatan lebih lanjut seperti vakum aspirasi. Resikonya sama dengan perawatan medis yang diperlukan saat mengalami reaksi alergi setelah penggunaan penisilin.

Aborsi medis dengan Mifepristone dan Misoprostol banyak digunakan di negara-negara Eropa. Di Perancis, sekitar 1.000.000 aborsi dilakukan dengan Mifepristone dan Misoprostol sejak 1992 dan tidak ada kasus kematian terjadi.

Pada Januari 2009, sekitar 1,000,000 perempuan di Amerika Serikat dan lebih dari 2 juta perempuan di Eropa telah menggunakan Mifepristone dengan Misoprostol untuk memicu aborsi, dan ada lima kasus kematian terkait penggunaan Mifepristone dalam aborsi medis.
Di tahun 2005 Badan Pangan dan Obat Amerika Serikat (FDA) mempublikasikan sebuah saran kesehatan masyarakat terkait penggunaan Mifepristone dan Misoprostol untuk aborsi medis. Di dalamnya, FDA menyatakan, “Resiko sepsis fatal pada perempuan yang melakukan aborsi medis sangat jarang (kira-kira 1 diantara 100.000). 

Kemungkinan kematian akibat aborsi medis kurang dari 1 diantara 100.000. Keguguran (disebut juga aborsi spontan) relatif sering terjadi terkait kehamilan, terjadi sekitar 15 dari 100 kehamilan. Angka kematian terkait dengan keguguran di AS juga kurang dari 1 kematian per 100.000 keguguran. Karena itu, angka kematian terkait dengan aborsi medis hampir sama dengan angka kematian dalam kasus keguguran.

Bandingkan angka kematian ini dengan kematian yang disebabkan oleh Viagra, obat yang dipakai untuk pengobatan disfungsi ereksi.
Awal tahun 2000, sekitar 11 juta resep dituliskan untuk Viagra. 564 pria meninggal karena pemakaian obat tersebut, menurut artikel yang dimuat the Journal of the American Medical Association. Berdasarkan jumlah resep yang dituliskan, angka kematian berkisar antara 1 dari 20,000 resep! Kebanyakan lelaki memperoleh lebih dari 1 resep, dan ini berarti angka kematian sebenarnya lebih tinggi daripada 1 dari 20,000 pengguna. Nampaknya, angka kematian terkait Viagra masih belum menjadi alasan untuk menarik obat ini dari pasaran.

Bandingkan angka kematian aborsi medis dengan angka kematian akibat penisilin. Reaksi fatal terhadap penisilin terjadi pada 1 kasus per 50,000-100,000 pengobatan. Hal ini berarti bahwa aborsi medis lebih aman dibandingkan pengobatan dengan penisilin.

Resiko yang dikaitkan dengan keguguran dan aborsi aman dan legal “pada intinya jauh lebih kecil dibandingkan dengan resiko melanjutkan kehamilan.”

Di banyak Negara, ada lebih banyak kematian terkait dengan persalinan dibanding aborsi yang dipacu. Angka riil kematian akibat aborsi yang dipacu jauh lebih kecil dibandingkan dengan angka yang tertera dalam chart dibawah ini. Hal ini disebabkan kematian yang terkait dengan aborsi yang dipacu masuk dalam kelompok kategori yang sama dengan keguguran dan kehamilan ektopik.

 

Negara Kematian akibat Keguguran, kehamilan ektopik, aborsi Kematian akibat Keguguran, kehamilan ektopik, aborsi per kelahiran hidup Kematian terkait kehamilan, tidak termasuk aborsi Kematian terkait kehamilan per kelahiran hidup
Perancis 2 1 dari 387,000 48 1 dari 16,000
Australia 0 0 dari 246,000 12 1 dari 21,000
Canada 1 1 dari 328,000 10 1 dari 33,000

Sumber: Database Kematian WHO, 2001

 

Meskipun komplikasi dapat terjadi, aborsi medis menggunakan layanan ini jauh lebih aman dibandingkan aborsi tidak aman di tempat yang sangat dibatasi. 19 juta aborsi tidak aman terjadi setiap tahun, dan 68,000 diantaranya berujung pada kematian perempuan. Ini berarti satu diantara 279 perempuan yang melakukan aborsi tidak aman mati sia-sia.
Untuk setiap 68,000 perempuan ini, terdapat 30 lebih (total 2,040,000 perempuan) yang menderita kesakitan dan kecacatan akibat aborsi tidak aman. Ini berarti 1 dari setiap 9 perempuan yang melakukan aborsi tidak aman menderita komplikasi jangka panjang yang tidak perlu.

Apakah aman konsultasi aborsi medis lewat internet?

Konsultasi melalui internet sama dengan konsultasi tatap muka. Dalam konsultasi online, dokter mengajukan beberapa pertanyaan guna mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk memastikan anda dapat melakukan aborsi medis secara aman. Dokter selalu mengandalkan informasi yang anda berikan seperti halnya dalam konsultasi tatap muka.

Ada beberapa alasan mengapa anda mungkin tidak dapat menggunakan obat-obatan yang menyebabkan aborsi. Anda tidak boleh menggunakannya jika:

• Seseorang memaksa anda mengakhiri kehamilan.
• Hari pertama menstruasi terakhir anda sudah lebih dari 9 minggu yang lalu.
• Anda memiliki alergi terhadap Mifepristone, Misoprostol, atau prostaglandin.
• Anda memiliki satu diantara penyakit berikut ini: kegagalan adrenal kronis, gangguan hemoragik, porphyries turunan, anemia parah, atau asma yang parah dan tidak bisa diobati. (Kecil kemungkinan anda memiliki salah satu penyakit ini tanpa mengetahuinya terlebih dahulu.)
• KB IUD anda masih terpasang. Alat ini harus dikeluarkan sebelum menggunakan obat-obatan.
• Anda sedang mengalami kehamilan ektopik (hamil diluar rahim).
• Anda tidak berada dalam jarak 1 jam dari rumah sakit atau layanan kesehatan.
• Anda sendirian. Sebaiknya anda meminta pasangan, teman atau orang kepercayaan anda yang lain untu menemani selama anda menggunakan obat-obatan tersebut.

Sumber ilmiah:

Penyaringan untuk kontraindikasi di internet sama dengan penyaringan saat kunjungan tatap muka antara dokter dan pasien. Dokter umumnya mengetahui kontraindikasi dengan cara menanyakan kondisi medis pasien. “Semua kontraindikasi terhadap Mifepristone-Misoprostol, kecuali usia kehamilan, jarang ditemukan dan berdasarkan sejarah medis pasien. Oleh karena itu, kondisi tersebut biasanya telah diketahui sejak awal oleh perempuan. Selain itu, dokter selalu menanyakan apakah kondisi tersebut dialami oleh perempuan”.

Apakah sah secara hukum?

Di banyak negara, jika anda menerima paket obat-obatan di alamat rumah, hal ini bukan merupakan pelanggaran bea cukai.

• Di kebanyakan Negara, setiap orang boleh menerima obat-obatan untuk penggunaan pribadi.
• Mifepristone dan Misoprostol adalah obat-obatan penting dalam daftar WHO. Mereka bukan jenis narkotika (seperti morfin atau kokain), ekstasi, obat selundupan atau zat yang dikendalikan.
• Misoprostol adalah obat yang terdaftar diberbagai negara dan dapat digunakan untuk mencegah tungkak lambung.
• Mifepristone tidak terdaftar di negara manapun, tapi tidak menjadi masalah karena obat tersebut dipakai untuk penggunaan pribadi. Mifepristone dapat juga dipakai sebagai pil kontrasepsi darurat, obat depresi, dan pengobatan kanker payudara, dll.
Kepemilikin Mifepristone atau Misoprostol dalam jumlah kecil untuk penggunaan pribadi tidak dilarang di banyak negara.

Peraturan bea cukai di banyak negara di seluruh dunia memperbolehkan orang-orang untuk menerima paket obat-obatan. Penerimaan dalam jumlah besar melalui pos untuk kepentingan komersil tidak diperbolehkan tanpa ijin impor dan distribusi.

Ijin bea cukai merupakan tanggungjawab anda: saat paket sampai di negara anda, ada kemungkinan paket yang akan anda terima dikenai pajak barang impor. Dalam hal ini, anda akan dihubungi oleh perusahaan pengiriman karena pajak yang dikenakan harus dibayar sebelum pengiriman. Jika anda tidak membayar pajak tersebut, yang nominalnya berbeda di setiap negara, maka paket akan dimusnahkan. Karena paket tersebut digunakan untuk konsumsi pribadi dan bukan untuk dijual, umumnya tidak dikenai pajak. Selain itu, perlu diketahui bahwa setelah barang dikirim oleh perusahaan jasa pengiriman, kepemilikan barang jatuh pada anda.

Anda dianggap sebagai importir dan harus mematuhi semua peraturan dan hukum yang berlaku di negara dimana anda menerima paket. Silakan menemukan peraturan bea cukai Negara anda di:
USP (Informasi hanya dalam bahasa Inggris) atau hubungi kantor bea cukai di negara anda.

Mengapa layanan ini dibutuhkan?

Layanan aborsi aman dibutuhkan untuk melindungi kesehatan dan nyawa perempuan saat ia memutuskan untuk mengakhiri kehamilan. Layanan ini juga bergantung pada perempuan untuk membuat keputusan mengenai tubuh mereka secara sadar dan bertanggungjawab. Aborsi merupakan intervensi medis yang paling sering dilakukan di dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahunnya, 42 juta perempuan memilih untuk aborsi dengan alasan pribadi yang beragam. Meski demikian, masih banyak perempuan yang tidak memiliki akses terhadap layanan aborsi aman dan terpaksa mempertaruhkan nyawa dan kesehatan mereka. Mereka mencoba mengakhiri kehamilan dengan cara memasukkan jarum rajut ke dalam rahim, solusi pencucian, memukul-mukul perut. Mereka menerima layanan aborsi dari individu yang tidak terlatih dengan kondisi yang tidak bersih. Hal ini berbahaya dan tidak seharusnya dilakukan. Layanan ini menyediakan alternatif aman dengan memberikan akses aborsi medis kepada perempuan.

Sumber ilmiah:

Kami bekerja membantu perempuan mencapai definisi kesehatan yang dipakai oleh Organisasi Kesehatan Dunia. “Kesehatan adalah kondisi fisik, mental, dan kesejahteraan sosial yang lengkap bukan hanya bebas dari penyakit atau lemah.” (Pembukaan dari Konstitusi Organisasi Kesehatan Dunia, diadopsi oleh seluruh anggota Organisasi Kesehatan Dunia di tahun 1946 sebagai definisi operasi kesehatan) Bukti-bukti menunjukkan bahwa tanpa akses yang memadai terhadap layanan aborsi aman, perempuan bersedia mempertaruhkan nyawa dan kesehatan mereka demi mendapatkan layanan aborsi illegal dari orang yang tidak terlatih dengan kondisi yang tidak steril. Karenanya, akses terhadap aborsi legal dan aman diperlukan guna melindungi nyawa dan kesehatan perempuan.

sy memastikan bahwa perempuan dengan kehamilan tidak direncanakan dan ketiadaan akses aborsi aman memenuhi syarat bagi pengecualian penyediaan perawatan aborsi guna menyelamatkan nyawa dan kesehatan dibawah undang-undang aborsi yang membatasi. Ketika perempuan tidak memiliki akses layanan aborsi aman, maka nyawanya sedang terancam. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, 1 dari 300 perempuan yang mengalami aborsi tidak aman meninggal dengan sia-sia. Lebih lanjut, bahkan di negara-negara dimana proses persalinan tergolong aman, 1 diantara 10.000 atau 5.000 perempuan meninggal saat melahirkan.

Prosedur aborsi menggunakan Mifepristone dan Misoprostol memiliki resiko kematian 1 dari 100.000. Ini berarti bahwa aborsi aman dengan Mifepristone dan Misoprostol dapat menyelamatkan nyawa perempuan.

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]