Kategori: Sports

Portugal Pukul Latvia 4-1, Ronaldo Sumbang 2 Gol

Senin, 14 November 2016 | 05:30 WIB

Portugal Pukul Latvia 4-1, Ronaldo Sumbang 2 Gol

Cristiano Ronaldo meluapkan kegembiraannya setelah mencetak gol dalam kulaifikasi Piala Dunia 2018 antara Portugal dan Andora di Stadion Aveiro, Aveiro, Portugal, 8 Oktober 2016. Ronaldo cetak empat gol dan Portugal menang 6-0. REUTERS/Rafael Marchante

TEMPO.CO, Jakarta – Juara Eropa 2016, Portugal, menyudahi perlawanan Latvia dengan skor kemenangan 4-1 pada laga keempat Kualifikasi Piala Dunia 2016 di Stadion Do Algarve, Senin pagi WIB. Gol kemenangan pasukan Fernando Santos dicetak kapten Cristiano Ronaldo (2 gol), William Carvalho, dan Bruno Alves. Sedangkan gol Latvia Arturs Zjuzins pada awal babak kedua.

Kemenangan ini menjaga posisi Portugal di peringkat dua grup B dengan perolehan 9 poin, selisih tiga poin dari Swiss di puncak klasemen. Portugal harus menjaga performa positif karena Hongaria terus membuntuti dari posisi tiga dengan tujuh poin.

Pada pertandingan ini, Portugal unggul 1-0 berkat eksekusi penalti Cristiano Ronaldo menyusul pelanggaran bek Latvia, Freimanis, yang menjatuhkan Nani di kotak terlarang pada menit 28.

Portugal mendapatkan penalti untuk kedua kalinya akibat pelanggaran Kluskins terhadap Andre Gomes. Sayang, sepakan 12 pas Cristiano Ronaldo tidak berbuah gol karena bola membentur mistar gawang pada menit 60.

Latvia mengejutkan Portugal lewat gol penyama kedudukan yang dicetak Arturs Zjuzins pada menit 68 yang bermula dari sebuah umpan spekulasi yang diselesaikan Zjuzins ke sudut kanan gawang Patricio pada menit 68.

Namun Portugal kembali unggul lewat aksi William Carvalho yang menyambut umpan akurat Ricardo Quaresma pada satu menut setelah gol Latvia.

Quaresma yang masuk pada awal babak kedua menjadi kunci kemenangan Portugal karena umpan kedua yang dilepaskan pemain klub Turki, Besiktas, langsung dimaksimalkan Ronaldo menjadi gol pada menit 85. 

Dengan dua gol yang dicetak di laga ini, Ronaldo kini mengemas total 68 gol untuk Portugal, membuatnya menyamai Gerd Mueller dan Robbie Keane sebagai top scorer Eropa sepanjang masa.

Tandukan bek senior Portugal, Bruno Alves, usai menyongsong umpan Raphael Guerreiro menutup laga untuk kemenanagn 4-1 Portugal, demikian FIFA.

Susunan pemain:

Portugal (4-3-3): Patricio; Cancelo, Fonte, Bruno Alves, Guerreiro; William Carvalho, Andre Gomes, Joao Mario (Gelson Martin); Nani (Quaresma), Ronaldo, Andre Silva.

Latvia (4-4-2): Vanins; Freimanis, Jagodinskis, Gorkss, Maksimenko; Gabovs, Tarasovs, Laizans, Kluskins; Rudnevs, Ikaunieks (Arturs Zjuzins).

ANTARA

Juara MotoGP Valencia, Kado Perpisahan Lorenzo untuk Yamaha

Pembalap Yamaha Jorge Lorenzo, melakukan selebrasi diatas podium setelah berhasil finish diurutan pertama pada sirkuit Mugello, Scarperia, Italia, 22 Mei 2016. Lorenzo masih di peringkat teratas klasemen dengan 115 poin, unggul 10 poin dari Marquez. Sedangkan Rossi di posisi ketiga dengan perolehan 78 poin. AP/Antonio Calanni

Senin, 14 November 2016 | 04:51 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Jorge Lorenzo berhasil menjuarai balapan MotoGp seri terakhir musim ini di Valencia, Ahad malam. Hasil itu sekaligus jadi kado perpisahannya untuk Movistar Yamaha yang akan dia tinggalkan untuk bergabung dengan Ducati pada kompetisi musim depan.

“Ini adalah cara yang bagus untuk mengucapkan terima kasih kepada Yamaha. Akhir pekan yang sempurna pada GP ke-250 saya dengan posisi pole dan kemudian kemenangan,” kata Lorenzo kepada situs resmi MotoGP, Minggu.

Lorenzo mengatakan Marc Marquez cukup memberinya tekanan pada seri terakhir balap MotoGP musim kompetisi 2016 ini.

“Saya banyak menderita dalam sepuluh lap terakhir karena saya punya celah lima detik dan kemudian 4,5 detik… kemudian saat saya melihat Marc di posisi kedua, saya tahu dia akan mencoba segala hal dan sangat cepat, dan mungkin mendekati ban belakang saya,” kata dia.

“Saya harus sangat fokus dan sangat tepat agar tidak kehilangan, terutama di tikungan terakhir. Saya cukup beruntung bisa menekan dan membalap dengan baik pada lap awal,” ucap Lorenzo.

Saat mengenakan seragam biru Yamaha, Lorenzo meraih posisi pole pertama pada balapan kelas utama tahun 2008, kemudian pria kelahiran Mallorca, Spanyol, itu menyabet 5 kali juara dunia dan tiga di antaranya diraih bersama Yamaha yaitu juara dunia 2010, 2012 dan 2015.

Mulai saat ini, Lorenzo akan menatap cakrawala baru bersama Ducati setelah 44 kemenangan, 107 podium dan 39 pole position, bersama Yamaha.

Kendati merayakan kemenangan, namun panggung utama tetap menjadi milik pebalap Honda Marc Marquez yang sudah mengamankan gelar Juara Dunia MotoGp 2016 pada Grand Prix Jepang, di Motegi, pertangahan Oktober 2016, atau saat komptisi masih menyisakan tiga seri balapan.

Marquez menguasai kompetisi 2016 dengan perolehan nilai 298 poin, jauh mengungguli peringkat kedua Valentino Rossi yang memiliki 249 poin dan Lorenzo dengan 233 poin.

ANTARA

Wales Ditahan Imbang Serbia, Ini Kata Bale  

Minggu, 13 November 2016 | 11:55 WIB

Wales Ditahan Imbang Serbia, Ini Kata Bale  

Penyerang Wales Gareth Bale, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Serbia pada pertandingan grup D kualifikasi Piala Dunia di stadion Cardiff City, Cardiff, Wales, 13 November 2016. Action Images via Reuters / Matthew Childs

TEMPO.COJakarta – Gareth Bale mengungkapkan kekecewaannya setelah tim nasional Wales ditahan imbang 1-1 oleh Serbia dalam pertandingan kualifikasi Grup D Piala Dunia 2018, Minggu dinihari WIB, 13 November 2016.

Dalam pertandingan itu, Gareth Bale mencetak gol pada menit 30. Namun harapan Wales untuk memetik tiga poin pupus setelah pemain Serbia, Aleksander Mitrovic, menyamakan kedudukan pada menit 85.

Dengan hasil ini, Wales ada pada peringkat ketiga klasemen Grup D dengan poin enam. “Saat ini kami sangat kecewa,” kata Bale. “Kami bermain bagus pada babak pertama, tapi setelah itu permainan kami menurun.”

Menurut Bale, timnya sudah sangat dekat dengan kemenangan, tapi lawannya berhasil menyamakan kedudukan pada saat-saat terakhir. “Itu kekalahan ganda,” ujarnya.

Bale menyatakan timnya harus tetap berjuang. “Kami masih bisa melakukannya,” tuturnya. “Kami harus tetap bekerja keras dan mendapatkan sedikit keberuntungan.”

Tim nasional Wales baru pertama kali lolos ke Piala Dunia, yaitu pada 1958. Pada putaran utama, Wales mencapai perempat final setelah mengalahkan Hungaria 2-1. Namun tim itu akhirnya dikalahkan Brasil, yang kemudian keluar sebagai juara.

SKY SPORTS | FIFA | GADI MAKITAN

Marquez Tercepat di Hari Pertama





Phillip Island – Juara bertahan Marc Marquez melesat di hari pertama tes pramusim resmi di Australia. Marquez tampil sebagai pebalap tercepat, Valentino Rossi kedua.

Pada sesi di Sirkuit Phillip Island, Rabu (15/2/2017), pebalap Repsol Honda itu membukukan 1 menit 29,497 detik. Catatan waktu itu diukir Marquez di putaran ke-53 dari 68 putaran yang dilakoninya.

Serupa dengan Marquez, Rossi pun ‘telat panas’. Rider Movistar Yamaha itu berhasil merangsek ke papan atas setelah sempat terlempar dari 10 besar di dalam detik-detik terakhir sebelum waktu ujicoba berakhir.

Rossi mencetak waktu 1 menit 29,683 detik terpaut 0,186 detik saja dari Marquez. Rossi mengungguli Andrea Iannone dengan 0,243 detik yang finis tercepat ketiga.

Rekan setim Rossi, Maverick Vinales justru membuat waktu tercepatnya di awal. Pebalap Spanyol itu finis di urutan keempat dengan 1 menit 29,989 detik di putaran 26 dalam total 64 putaran.

Sementara itu, Ducati cukup menderita. Andrea Dovizioso hanya menempati peringkat kedelapan dengan 1 menit 30,410 detik nyaris satu detik lebih lambat dari Marquez. Sedangkan Jorge Lorenzo belum menjanjikan.

Juara dunia MotoGP tiga kali itu harus puas menempati peringkat 11 setelah membukukan 1 menit 30,631 detik alias 1,1 detik lebih lambat dari Marquez.

Hasil Lengkap Tes Pramusim MotoGP Phillip Island Hari I:
Pos-Pebalap-Tim-Waktu

1 Marc Marquez Honda 1:29.497
2 Valentino Rossi Yamaha 1:29.683 0.186
3 Andrea Iannone Suzuki 1:29.926 0.429
4 Maverick Vinales Yamaha 1:29.989 0.492
5 Cal Crutchlow Honda 1:30.065 0.568
6 Danilo Petrucci Ducati 1:30.262 0.765
7 Dani Pedrosa Honda 1:30.281 0.784
8 Andrea Dovizioso Ducati 1:30.410 0.913
9 Jack Miller Honda 1:30.426 0.929
10 Jonas Folger Yamaha 1:30.578 1.081
11 Jorge Lorenzo Ducati 1:30.631 1.134
12 Alvaro Bautista Ducati 1:30.770 1.273
13 Hector Barbera Ducati 1:30.771 1.274
14 Aleix Espargaro Aprilia 1:30.802 1.305
15 Johann Zarco Yamaha 1:30.867 1.370
16 Karel Abraham Ducati 1:31.179 1.682
17 Pol Espargaro KTM 1:31.200 1.703
18 Loris Baz Ducati 1:31.249 1.752
19 Alex Rins Suzuki 1:31.432 1.935
20 Scott Redding Ducati 1:31.755 2.258
21 Sam Lowes Aprilia 1:32.307 2.810
22 Bradley Smith KTM 1:32.690 3.193


(rin/cas)

Jakarta Elektrik PLN Tidak Lagi Diperkuat Yolla Yuliana





Jakarta – Jakarta Elektrik PLN kehilangan salah satu pemainnya. Ini setelah Yolla Yuliana memutuskan mengundurkan diri dari Proliga 2017 lantaran ingin fokus sekolah.

Manajer tim Jakarta Elektrik PLN, Heri Hermawan, mengatakan bahwa manajemen telah menerima surat pengunduran diri Yolla itu pada Sabtu (11/2/2017) kemarin.

“Ya, dia mengundurkan diri karena ingin fokus ke kuliahnya,” kata Heri saat dihubungi detikSport pada Minggu (12/2/2017).

Lebih jauh Heri mengungkapkan jika Yolla sebenarnya sudah absen sejak seri Palembang yang berlangsung dua pekan lalu. Saat itu, Yolla telah mengkonfirmasi ke pelatih dan manajemen terkait rencana pengundurkan diri dari tim.

“Dia sudah izin tidak main sejak seri Palembang.”

Heri mengatakan jika manajemen saat ini tengah menelaah klausul kontrak kerja pemain guna memutuskan nilai penalti yang harus dibayarkan Yolla. Yolla sejatinya dikontrak sampai Proliga 2017 selesai.

“Sebetulnya di kontrak ada diatur terkait dengan pengunduran diri. Kami lagi menyaipkan suratnya dan melihat kontraknya seperti apa.”

Jakarta Elektrik PLN telah memastkan gelar juara putaran pertama Proliga usai mengalahkan Jakarta PGN Popsivo Polwan pada Jumat (10/2) kemarin. Meski tanpa Yolla, permainan tim diyakini Heri bakal terus konsisten. Apalagi pelatih telah menyiapkan pengganti untuk Yolla.

“Kalau saya lihat ke pertandingan saja deh. Yolla tidak ikut sampai kita juara putaran pertama, artinya kan tidak ada yang berkuranglah. Saya percaya pelatih sudah siapkan strategi untuk menyiapkan kemungkinan terburuk ini dan Yolla sudah digantikan dengan pemain junior kita, Shella Bernadheta Onnan,” ungkap dia.

“Tadi saja saat menghadapi BJB, Shella memberikan poin lumayan. Hanya butuh jam terbang saja,” tambahanya menyoal perfoma Shella.

Heri cuma berharap, timnya tidak terlalu over confidence meski sudah melewati puataran pertama dengan menjadi tim terbaik. Sebab, putaran selanjutnya diyakini bakal lebih berat.

“Selalu saya ingatkan kepada anak-anak bahwa setelah menjadi juara putaran pertama, tantangan terberatnya adalah menghadapi puataran kedua, jangan over percaya diri. Anak-anak harus fokus dengan apa yang ditargetkan mereka sejak awal. Mudah-mudahan ini bisa terus meningkat lagi,” pungkas dia.


(mcy/raw)

Draymond Green Cetak Rekor Triple-Double di Markas Memphis





Memphis – Draymond Green mencetak rekor saat Golden State Warriors mengalahkan Memphis Grizzlies 122-107. Power forward 26 tahun itu membuat sejarah dengan mencetak triple-double tapi donasi poin tak sampai double digit.

Dalam pertandingan yang dihelat di FedExForum, Sabtu (11/2/2017) siang WIB, Green mencetak poin kurang dari 10. Dia cuma bikin 4 poin untuk Warriors yang dibuat dari enam kali percobaan. Namun, Green mampu membuat 12 rebound, 10 assist, dan 10 steal sepanjang pertandingan.

“Saya cuma berfokus untuk terus bertahan. Banyak pemain di dalam tim bisa mencetak angka. Tim tak butuh saya untuk mencetak skor,” kata Green usai pertandingan seperti dikutip situs resmi turnamen.

Sepanjang sejarah NBA, cuma ada satu pemain lain yang mencetak triple-double dengan catatan double digit pada steal. Dia adalah Alvin Robertson, yang bahkan, bikin quadruple-double saat menghadapi Phoenix Suns pada 18 Februaru 1986. Tepatnya, dia bikin 20 poin, 11 rebound, 10 assist, dan 10 steal.

Dalam laga itu, Warriors memang terus unggul sejak kuarter pertama. Warriors menutup kuarter pertama dengan skor 29-22. Mereka menyudahi kuarter kedua juga dengan pemimpin 62-47.

Kuarter ketiga dirampungkan Warriors dengan unggul 98-77. Warriors menutup laga dengan kemenangan 122-107.

Di laga lain, Pelicans juga kalah di kandang sendiri. Mereka harus mengakui kemenangan Timberwolves di Target Center.

Hasil-hasil pertandingan lain, Sabtu (11/2/2017) WIB:

Spurs 103 vs Pistons 92
Heat 108 vs Nets 99
Warriors 122 vs Grizzlies 107
Nuggets 131 vs Knicks 123
Lakers 122 vs Bucks 114
Pacers 107 vs Wizards 112
Bulls 97 vs Suns 115

Catatan: tim yang disebut belakangan adalah tim tuan rumah



(fem/krs)

Inspirasi Federer buat Murray





London – Andy Murray akan berulang tahun ke-30 bulan Mei depan. Terinspirasi Roger Federer, pertambahan usia tak menyurutkan optimisme Murray untuk berprestasi.

Federer menjuarai grand slam pertama tahun ini, Australia Terbuka, setelah mengalahkan rival lamanya, Rafael Nadal. Ia meraih titel grand slam yang ke-18 dalam karirnya itu pada usia 35 tahun.

Pencapaian Federer itu membuat Murray, pengoleksi tiga titel grand slam, tetap yakin masih bisa unjuk gigi kendatipun beberapa bulan lagi akan memasuki “kepala tiga”.

“Bukan cuma Roger yang masih bisa memainkan tenis dengan hebat di usia 33, 34, 35 tahun. Juga ada sejumlah petenis lain saat ini,” ujar Murray di Mirror.co.uk.

“Saat ini saya merasa oke secara fisik. Tentu saja Anda juga bisa melihat jeda yang dijalaninya dan Rafa. Itu juga bisa memperpanjang karier. Dengan jeda pada waktu tertentu dalam karier bisa membuat fisik dan benak Anda sedikit santai. Dengan usia yang bertambah, mungkin hal semacam itu juga harus saya pertimbangkan, untuk mengambil jeda di pertengahan musim. Saya tak melihat alasan tidak bisa tampil di level tertinggi untuk beberapa tahun mendatang.

“Saya pikir bagus Roger dan Rafa bisa bersaing lagi di grand slam. Saya pikir itu akan membuat tahun ini jadi menarik dan semoga saja mereka berdua bisa menjauhi cedera,” ujarnya.



(krs/fem)

Spanyol Menang 4-0 atas Makedonia

Minggu, 13 November 2016 | 06:35 WIB

Spanyol Menang 4-0 atas Makedonia

Dua pemain timnas Spanyol tak sengaja beradu kepala saat melawan Italia dalam laga penyisihan Grup G Pra Piala Dunia di Stadion Juventus, Turin, Italia, 6 Oktober 2016. REUTERS/Stefano Rellandini

TEMPO.CO, Jakarta – Tim nasional Spanyol berhasil mempertahankan posisi puncak klasemen Grup G berkat kemenangan 4-0 atas Makedonia dalam pertandingan keempat fase grup Kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia di Stadion Carmenes, Granada, Minggu pagi WIB, 13 November 2016.

Spanyol kini mengoleksi 10 poin  di puncak klasemen grup G. Mereka unggul dengan selisih gol yang lebih baik atas Italia, yang baru saja mengalahkan Liechtenstein dengan skor 4-0. Adapun Makedoniaada di posisi kelima dengan poin nol.

Spanyol unggul  1-0 menyusul gol bunuh diri yang dicetak bek Makedonia, Darko Velkoski, melalui sundulan. Dia salah mengantisipasi umpan silang bek sayap Spanyol, Dani Carvajal, pada menit 34.

Juara Piala Dunia 2010 itu lalu menggandakan kedudukan menjadi 2-0 melalui sentuhan Vitolo yang memaksimalkan serangan balik yang dibangun David Silva dan Sergio Busquets pada menit 63.

Bagaimanapun, Makedonia tampil bukan tanpa peluang. Gelandang tengah Bardhi melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang membuat De Gea harus berupaya menepis bola agar keluar lapangan pada menit 70.

Tapi akhirnya Spanyol memperbesar keunggulan menjadi 3-0 lewat gol yang dicetak Nacho Monreal usai meneruskan umpan silang terukur Dani Carvajal pada menit 84. Ini adalah gol pertama Monreal untuk timnas Spanyol.

Aritz Aduriz yang masuk menggantikan Alvaro Morata pada pertengahan babak kedua menggenapkan kemenangan 4-0 Spanyol lewat golnya pada menit 85. Skor tersebut bertahan hingga laga selesai.

Susunan pemain kedua tim:

Spanyol (4-3-3): De Gea; Carvajal, Bartra, Nacho, Monreal; Koke (Isco), Busquets, Thiago; Vitolo, Morata (Aritz Aduriz), Silva.

Makedonia (4-4-2) 
: Aleksovski; Velkoski, Mojsov, Ristevski; Ristovski, Hasani, Bardi, Spirovski (Zhuta), Alioski; Pandev, Nestorovski.

FIFA | ANTARA

Tekuk Austria 1-0, Irlandia ke Puncak Klasemen

Minggu, 13 November 2016 | 07:17 WIB

Tekuk Austria 1-0, Irlandia ke Puncak Klasemen

Pemain Timnas Irlandia, Jonathan Walters (kedua kanan), berselebrasi usai menjebol gawang Bosnia-Herzegovina dalam laga kualifikasi Piala Eropa 2016, di Stadion Aviva, Dublin, 17 November 2015. Kemenangan ini mendekatkan langkah Irlandia untuk meraih tiket final Piala Eropa. Reuters/Cathal McNaughton

TEMPO.CO, Jakarta – Tim nasional sepakbola Republik Irlandia naik ke puncak klasemen sementara Grup D usai mencuri kemenangan 1-0 atas Austria dalam pertandingan keempat Kualifikasi Piala Dunia 2018 Rusia di Stadion Ernst-Happel, Austria, Minggu dinihari WIB, 13 November 2016.

Irlandia naik ke puncak klasemen dengan perolehan 10 poin dari empat laga, menggeser Serbia yang memiliki delapan poin ke posisi dua klasemen sementara. Adapun Austria tertahan di peringkat empat dengan empat poin.

Penyerang sayap klub West Bromwich Albion, James McClean, menjadi pahlawan kemenangan Irlandia berkat gol tunggal yang diciptakan pada menit 48. Sepakan mendatar James McClean berhasil mengatar bola bersarang di gawang Austria setelah meneruskan umpan terobosan yang dilepaskan Wesley Hoolahan dari skema serangan balik.

Austria memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan melalui aksi Marc Janko, namun hingga laga usai, skor 1-0 untuk kemenangan Irlandia tidak berubah.

Ini adalah kemenangan pertama Irlandia di markas Austria selama 53 tahun terakhir. 

Susunan pemain kedua tim:

Austria (4-2-3-1): Ozcan, Klein, Dragovic, Hinteregger, Wimmer, Baumgartlinger, Alaba, Schopf, Sabitzer, Arnautovic, Janko.

Rep Irlandia (4-1-3-2): 
Randolph, Coleman, Duffy, Clark, Brady, Whelan, Hendrick, Hoolahan, Arter, Walters, McClean.

FIFA | ANTARA

Mourinho Kritik Pemain MU, Kondisi di Chelsea Terulang?

Minggu, 13 November 2016 | 09:10 WIB

Mourinho Kritik Pemain MU, Kondisi di Chelsea Terulang?

Manajer Manchester United, Jose Mourinho mengacungkan dua ibu jarinya diakhir pertandingan antara tim Seten Merah melawan Zorya Luhansk dalam laga Liga Eropa di Manchester, Inggris, 29 September 2016. Kemenangan ini membuat MU menduduki posisi tiga klasemen sementara Liga Eropa dengan perolehan tiga poin. Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta – Jose Mourinho, 53 tahun, sempat dijuluki pelatih bertangan dingin. Sekali datang, dia bisa menjadikan klub barunya punya prestasi mentereng. Pengalaman membuktikan.

Datang ke Inter Milan, misalnya, pada 2008–2009, Mourinho membawa Nerrazurri menjadi juara. Malah, dia berhasil membawa klubnya itu meraih treble dua musim berikutnya.

Pun ketika balik kembali ke Chelsea pada 2013–2014, dia berhasil membawa Chelsea finis di urutan ketiga dengan selisih empat poin saja dengan sang juara, Manchester City.

“Luar biasa. Padahal, saya pikir kami baru bisa mencapai posisi itu di musim kedua nanti,” kata Mou ketika itu. Semusim berikutnya, Chelsea menjadi juara.

Datang ke Old Trafford pada musim ini, Jose Mourinho ternyata bernasib berbeda. Hingga pekan ke-11, pasukan Setan Merah hanya bercokol di posisi keenam dengan selisih yang menganga dengan pemuncak klasemen, Liverpool: delapan poin.

Padahal, materi pemain Setan Merah tidaklah buruk. Saat datang, mereka hanya perlu empat pemain di setiap lini. Zlatan Ibrahimovic di depan, Henrikh Mkhitaryan dan Paul Pogba di tengah, dan Eric Bailly di depan kiper. Belanja yang tidak sedikit tentu saja.

Tapi ada apa yang terjadi dengan Manchester United?

Inilah yang kini dikabarkan media di Inggris tengah dicari penyebabnya oleh manajer asal Portugal tersebut. Semua berawal dari kekecewaan Mourinho terhadap dua pemain belakangnya, Chris Smalling dan Luke Shaw.

Ahad pekan lalu, ketika bersiap melawan Swansea, dua pemain ini mendatanginya dan meminta izin untuk tidak dimainkan. Mereka datang dengan berbagai alasan.

“Chris bilang dia tidak dalam kondisi 100 persen. Shaw mengabarkan dia tidak bisa bermain,” kata dia seusai pertandingan yang dimenangi dengan skor 3-1 itu.

Mourinho mengaku kecewa terhadap dua pemain itu. Kata dia, keduanya tidak memiliki komitmen penuh terhadap klub tempatnya bekerja.

“Saya kira atlet mana pun di dunia ini, jarang sekali turun ke lapangan dalam kondisi yang benar-benar sempurna,” kata dia. Mou pun menyebutkan banyak atlet, termasuk para pemain tenis.

Kekecewaan ini mendapatkan dukungan dari Alan Shearer, legenda timnas Inggris. “Betul. Pemain sepak bola jarang sekali yang turun ke lapangan dengan kondisi 100 persen,” kata dia, merujuk pada pengalamannya sendiri saat berkarier.

Namun tak semua setuju. Selain Gareth Southgate—pelatih timnas Inggris yang juga tidak sependapat dengan Mou—Rabu lalu Ketua Asosiasi Pemain Sepak Bola Professional Gordon Taylor juga menyatakan kekecewaannya terhadap kritik yang disampaikan Mou secara terbuka tersebut. Semestinya semua itu disampaikan di ruang ganti, bukan diobral ke publik.

Tapi bukan Mou namanya kalau dia lantas berhenti. Dikritik seperti itu, Mou malah terus melaju. Menurut kabar, di Inggris kini dia membedah isi perut klub.

Mou ingin tahu semua yang ada di Old Trafford yang membuat timnya ini tampil angin-anginan. Langkah pertama adalah soal kebugaran pemain.

Sebabnya, banyak sekali pemainnya yang mengalami cedera. Sejauh ini, dia kehilangan sekitar 10 pemain dalam 30 laga yang sudah dimainkannya. Pada waktu sama, yakni 17 pekan di Liga Primer saat menangani Chelsea musim lalu, dia hanya mendapatkan enam pemain yang mengalami cedera. Selebihnya sehat walafiat.
 
Selajutnya: Bayangan dan nasib buruk di Chelsea

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]