Kategori: 10. Proses Aborsi

Bagaimana jika perdarahan tidak terjadi sesudah menggunakan obat-obatan?

Bila anda tidak mulai perdarahan dalam waktu 4 jam setelah menggunakan Misoprostol, anda harus menambah 2 tablet lagi. Jika masih belum mengalami perdarahan setelahnya dan anda yakin positif hamil, maka kemungkinan anda mengalami kehamilan ektopik atau kehamilan berlanjut. Segera lakukan USG. Apabila anda mengalami komplikasi seperti demam, pingsan, atau nyeri perut yang hebat, anda harus segera mendapatkan pertolongan medis karena bisa jadi kehamilan ektopik anda telah pecah. Apabila anda mengalami kehamilan ektopik, dokter harus menanganinya. Prosedur ini tidak dianggap aborsi dan diperlukan untuk menyelamatkan nyawa perempuan. Jika USG menunjukkan bahwa kehamilan anda berlanjut, silakan ulangi protokol aborsi medis.

Dapatkah anda melihat produk-produk kehamilan (plasenta, embrio, darah) dan apa yang harus anda lakukan?

Seringkali perempuan dapat melihat darah dan jaringan dalam pembalut atau di toilet. Embrio (sangat kecil) biasanya keluar bersama dengan darah dan jaringan yang terkadang tidak terlihat oleh perempuan. Meski begitu, sangat mungkin bagi anda melihat embrio (sangat kecil). Tergantung dari lama kehamilan, kantung kehamilan kecil beserta jaringan-jaringannya dapat terlihat. Contohnya, kalau kehamilan anda berusia lima sampai 6 minggu kantung kehamilan tidak akan terlihat. Pada usia kehamilan 9 minggu anda dapat menemukan kantung kehamilan dalam darah dan mungkin juga embrio. Pada usia kehamilan 8 atau 9 minggu, embrio berukuran sekitar 2,5 cm. Hal ini bisa jadi sulit bagi perempuan.
Sebaiknya semua produk kehamilan disiram ke dalam toilet atau dibungkus beserta pembalut dalam kantung plastik untuk kemudian dibuang.

Sumber ilmiah:

Pada usia kehamilan 6 atau 7 minggu, ukuran embrio diperkirakan mencapai ukuran 1/4 hingga 1/2 inci hingga 13 millimeter, dan di usia 9 minggu ukurannya berkisar 1 inci millimeter. Seringkali embrio yang keluar saat aborsi medis tidak terlihat jelas karena keluar bersama dengan produk kehamilan lainnya seperti darah dan jaringan.

Para dokter Scotlandia menghimpun sebuah kajian tentang perempuan yang melakukan aborsi medis di rumah. Salah satu peneliti, Dr. Gillian Penney dari Aberdeen University, menyatakan, “ Saya sangat terkejut dengan tingkat penerimaan aborsi medis mandiri dikalangan perempuan. Awalnya saya pikir ini akan menakutkan bagi mereka dan akan memerlukan staff pendamping yang bisa meyakinkan dan memberikan dukungan. Tetapi perempuan yang melakukan aborsi medis merasa bahwa mereka mampu mengatasinya di rumah. Banyak yang memilih pendamping dan menggunakan fasilitas toilet mereka sendiri.

Kapan anda mulai perdarahan dan berlangsung berapa lama?

Setelah menggunakan Misoprostol anda akan mengalami perdarahan dan kram. Perdarahan biasanya dimulai dalam waktu 4 jam setelah pil digunakan, tapi kadang terlambat.
Perdarahan paling berat biasanya terjadi 2-5 jam setelah penggunaan misoprostol dan akan berkurang dalam 24 jam. Kram dan perdarahan paling intens umumnya berlangsung selama 3-5 jam, tapi bisa juga kurang atau lebih. Beberapa perempuan mengalami perdarahan berat hingga 48 jam dan mengeluarkan gumpalan-gumpalan hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu setelah menggunakan misoprostol. Hal ini biasa terjadi dan tidak berbahaya, kecuali anda menggunakan dua pembalut ukuran maxi setiap jam selama 2 jam berturut-turut. Hal yang wajar jika tubuh anda memerlukan waktu untuk membersihkan rahim. Tubuh setiap perempuan berbeda.

Bagi beberapa perempuan, perdarahan dan kram, dan juga beberapa efek samping lainnya seperti mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, dan rasa panas atau demam mungkin terjadi setelah menggunakan Misoprostol.

Perdarahan seringkali menjadi pertanda awal bahwa aborsi telah mulai. Jika aborsi berlanjut, perdarahan dan kram menjadi lebih kuat. Perdarahan yang terjadi seringkali lebih berat daripada menstruasi normal, dan mungkin beserta gumpalan. Semakin lama usia kehamilan, akan semakin berat kram dan perdarahan. Jika aborsi sudah lengkap, kram dan perdarahan akan mereda. Saat terjadinya aborsi dapat diketahui dari puncak perdarahan berat, kram dan nyeri yang lebih kuat.

Biasanya, perdarahan ringan akan berlangsung selama 1 sampai 3 minggu setelah aborsi, tapi rentang waktu ini juga bervariasi. Periode menstruasi normal akan kembali setelah 4 sampai 6 minggu.

Perdarahan paling berat biasanya terjadi 2-5 jam setelah penggunaan misoprostol dan akan berkurang dalam 24 jam. Kram dan perdarahan paling intens umumnya berlangsung selama 3-5 jam, tapi bisa juga kurang atau lebih. Beberapa perempuan mengalami perdarahan berat hingga 48 jam dan mengeluarkan gumpalan-gumpalan hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu setelah menggunakan misoprostol. Hal ini biasa terjadi dan tidak berbahaya, kecuali anda menggunakan dua pembalut ukuran maxi setiap jam selama 2 jam berturut-turut. Hal yang wajar jika tubuh anda memerlukan waktu untuk membersihkan rahim. Tubuh setiap perempuan berbeda.

Kapan anda bisa hamil lagi paska aborsi dan bagaimana anda mengetahuinya?

Aborsi medis yang sukses adalah ketika kehamilan tidak lagi berkembang dan tidak diperlukan perawatan medis pasca aborsi. Penelitian menunjukkan bahwa 99.5% perempuan yang melakukan aborsi medis di 9 minggu pertama kehamilan menggunakan Misoprostol kehamilannya tidak berlanjut. Hanya 3% dari perempuan membutuhkan perawatan medis lanjutan. Pada 97% kasus aborsi, tubuh perempuan akan mengeluarkan sisa-sisa kehamilan dengan alami tanpa intervensi medis apapun. Penting bagi anda untuk memahami bahwa aborsi adalah sebuah proses yang memakan waktu hingga rahim menjadi bersih dan aborsi tuntas. Perdarahan dan gumpalan umumnya akan berlangsung 1 sampai 3 minggu bahkan lebih lama. Hal ini dikarenakan tubuh setiap perempuan memiliki mekanisme yang berbeda. 

Jika anda mengalami nyeri ekstrim, perdarahan berat berkepanjangan, keputihan abnormal, atau demam berkepanjangan hal ini merupakan gejala-gejala komplikasi dan harus segera pergi menemui dokter. Sebaiknya anda juga menemui dokter dan melakukan USG pasca tindakan jika memiliki keraguan mengenai sukses atau tidaknya aborsi. 

Banyak perempuan akan mengetahui saat aborsi telah lengkap. Mereka merasakan gejala kehamilan (mual, nyeri payudara, rasa ingin buang air kecil) mulai menghilang atau melihat bahwa embrio telah keluar dari rahim. Dengan melakukan USG anda dapat mengetahui apakah obat-obatan bekerja dan kehamilan berhenti dalam beberapa hari pasca aborsi. Jika anda ingin melakukan USG sebaiknya tunggu hingga 10 hari paska menggunakan mifepristone karena hanya 23% aborsi yang benar-benar tuntas setelah 7 hari.

Tes kehamilan melalui urin hanya dapat dilakukan 3 minggu setelah aborsi medis, sebab sebelum 3 minggu hormon kehamilan masih berada dalam tubuh anda dan hasil tes menjadi positif palsu. Tubuh anda membutuhkan waktu hingga beberapa hari atau bahkan minggu (hingga periode menstruasi berikutnya) untuk mengeluarkan seluruh produk darah dan jaringan dalam rahim. USG akan menunjukkan apa yang masih tertinggal dalam rahim. Beberapa dokter mungkin akan merekomendasikan prosedur dilatase dan kuretase (D&C), namun jika anda tidak mengalami gejala komplikasi sebaiknya anda menunggu hingga tubuh mengosongkan rahim secara alami. Prosedur D&C merupakan tindakan yang invasif dan bisa jadi beresiko serta menyakitkan. 

Apa efek samping obat-obatan aborsi medis?

Aborsi medis biasanya menyebabkan efek samping seperti nyeri dan kram, juga perdarahan yang disertai dengan gumpalan dan jaringan. Mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, dan rasa panas atau demam juga dapat terjadi.

Demam terjadi setelah pemberian Misoprostol, berlangsung kurang dari 24 jam dengan panas 38 derajat celcius adalah efek samping yang wajar. Bila demam berlangsung lebih dari 24 jam atau lebih dari 38 derajat celcius, anda harus segera mencari bantuan medis.

Reaksi alergi terhadap obat-obatan dapat menyebabkan gatal-gatal (bilur-bilur gatal atau benjolan pada kulit).

Apabila efek samping yang dialami ekstrim, anda mungkin mengalami komplikasi. Silakan membaca pertanyaan “Bagaimana mengetahui terjadinya komplikasi dan apa yang harus dilakukan?” jika anda kemungkinan mengalami efek samping yang tidak biasa.

Sumber ilmiah:

Kebanyakan perempuan akan mengalami kram dan nyeri selama aborsi medis, terutama setelah penggunaan Misoprostol. Dalam banyak kajian ilmiah mengenai topic ini, kebanyakan perempuan menerangkan rasa nyeri yang dialami sedikit lebih buruk dibanding nyeri menstruasi biasa.
Beberapa perempuan mengalami mual, muntah, atau diare, namun hal ini diperkirakan sebagai efek dari awal kehamilan seperti juga efek Misoprostol. Umumnya efek samping ini akan mereda dengan sendirinya dan tidak memerlukan penanganan medis. Sakit kepala, pusing ringan, demam, dan rasa panas adalah gejala-gejala yang juga hilang dengan sendirinya.

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]