Kategori: 12. Perawatan Paska Aborsi

Bisakah anda hamil dan memiliki anak setelah aborsi medis?

Aborsi medis tidak berdampak pada kemampuan anda untuk hamil atau melahirkan di masa yang akan datang. Kenyataannya, jika anda tidak ingin hamil saat ini, sangat penting untuk menggunakan kontrasepsi segera setelah anda berhubungan seks kembali.

Sumber ilmiah:

Hasil dari suatu kajian menunjukkan bahwa bila perempuan yang tidak pernah melahirkan menggunakan Misoprostol sebagai metode aborsi di awal kehamilannya (atau jenis protaglandine lain), hal ini tidak akan menyebabkan masalah saat ia merencanakan kehamilan di masa depan.

Sebuah publikasi yang ditujukan bagi dokter agar memahami aborsi yang dipacu menyatakan, “Memicu aborsi tidak membahayakan kapasitas reproduksi perempuan. Ketidaksuburan, kelahiran prematur, kehamilan ektopik, keguguran, dan hasil-hasil kehamilan lain yang merugikan tidak meningkat paska aborsi”.

Apakah aborsi medis meningkatkan resiko kanker payudara?

Tidak, melakukan aborsi tidak meningkatkan resiko perempuan terkena kanker payudara.

Sumber ilmiah:

“Aborsi tidak meningkatkan resiko perempuan terkena kanker. Kajian epidemiologis yang cacat menyatakan bahwa aborsi meningkatkan resiko kanker payudara pada perempuan di masa depan. …setelah mengkaji-ulang bukti, baik Organisasi Kesehatan Dunia dan Institut Kanker Nasional di Amerika Serikat sepakat bahwa tidak ada bukti kredibel yang mendukung kaitan aborsi dan kanker payudara”.

Apakah USG diperlukan paska aborsi medis?

Jika anda tidak memiliki tanda-tanda komplikasi, USG tidak diperlukan paska aborsi medis. Dengan USG anda dapat menentukan apakah kehamilan telah berakhir dalam beberapa setelah aborsi, terutama jika anda ragu tentang hasil aborsi medis. Anda juga dapat menggunakan tes urin dirumah, 3-4 minggu setelah menggunakan obat-obatan. Jika anda melakukan tes urin sebelum 3 minggu, ada kemungkinan hasil tes masih positif karena masih ada hormon kehamilan dalam tubuh anda.

Aborsi medis, seprti halnya keguguran, adalah proses yang memakan waktu. Tubuh mungkin memerlukan waktu hingga beberapa minggu untuk mengeluarkan seluruh jaringan dan produk kehamilan dari rahim. Hal ini wajar terjadi. Saya menyarankan, jika mungkin, untuk melakukan USG 10 hari setelah menggunakan obat-obatan untuk memastikan sesegera mungkin bahwa kehamilan telah berakhir.

Bahkan jika kehamilan telah berakhir, banyak perempuan masih menemui jaringan dalam rahimnya sampai beberapa minggu. Bila anda tidak mengalami gejala-gejala komplikasi seperti nyeri kuat di perut, demam berkepanjangan, perdarahan berat, atau bau tidak sedap dari keputihan, intervensi bedah seperti D&C (dilation and curettage, pengikisan) tidak diperlukan, bahkan meski dokter menyarankan kalau anda membutuhkannya.

Sumber ilmiah:

Penelitian telah menunjukkan bahwa untuk mendiagnosa aborsi tidak lengkap secara akurat, USG harus dilaksanakan bersama dengan pemeriksaan klinis (tanda-tanda komplikasi seperti perdarahan berlebihan, rasa nyeri yang parah dan berlanjut, demam dan atau keputihan abnormal) karena hasil USG setelah aborsi medis tidak menunjukkan perbedaan antara aborsi yang lancar dan tidak.

Evakuasi rahim secara bedah (melalui kuret/vakum aspirasi) pada perempuan yang secara klinis dalam kondisi baik tidak disarankan bahkan jika masih ada sisa-sisa aborsi yang terlihat dalam USG. Menunggu hingga menstruasi selanjutnya, seperti halnya pada kasus keguguran, seringkali merupakan langkah yang pas dalam semua kasus kecuali kehamilan yang berlanjut.

Kapan anda bisa mulai berhubungan seks lagi setelah melakukan aborsi medis?

Sebaiknya hubungan seks ditunda 4-7 hari setelah menggunakan Misoprostol. Tepat setelah aborsi, kemungkinan servik masih sedikit terbuka, dan resiko infeksi lebih besar jika anda berhubungan seks pada saat itu.

Perdarahan ringan yang tidak teratur wajar dialami hingga dua minggu paska aborsi medis (kadang lebih lama). Anda dapat melakukan hubungan seksual bahkan jika masih mengalami perdarahan. Namun, anda tidak ingin menjadi hamil kembali, karenanya penting untuk menggunakan kontrasepsi setiap kali berhubungan seks.

Meskipun menstruasi anda baru akan kembali beberapa minggu setelah aborsi, anda dapat berovulasi dalam minggu pertama atau kedua setelah aborsi, yang berarti anda dapat langsung kembali hamil. Bila anda tidak ingin menjadi hamil kembali, penting sekali menggunakan kontrasepsi sesegera mungkin.

Kapan anda bisa kembali hamil pasca aborsi?

Meskipun menstruasi anda mungkin akan kembali beberapa minggu pasca aborsi, namun perempuan bisa berovulasi dalam minggu pertama atau kedua pasca aborsi. Itu berarti anda bisa segera kembali hamil. Bila anda ingin mencegah terjadinya kehamilan kembali, penting untuk menggunakan kontrasepsi sesegera mungkin.

Anda dapat menggunakan kondom atau metode kontrasepsi lainnya dengan segera. IUD bisa dipasang segera setelah 4-14 hari penggunaan Misoprostol, bahkan jika perdarahan ringan masih berlangsung. Anda juga dapat menunda pemakaian IUD sampai periode menstruasi selanjutnya, tapi anda perlu menggunakan metode kontrasepsi lain sementara itu jika tidak ingin beresiko hamil.

Anda bisa mulai menggunakan kontrasepsi hormonal (pil, koyo, cincin, suntik) 1-5 hari pasca penggunaan Misoprostol. Bila anda menggunakan pil KB lebih dari 5 hari pasca tindakan menggunakan Misoprostol, ada baiknya anda menggunakan metode KB perintang (kondom) selama 9 hari pertama, hingga saat pil mampu bekerja secara maksimal. Namun, jika karena beberapa alasan aborsi medis tidak berhasil dan anda masih tetap hamil, hormon yang digunakan dalam pil KB, koyo, cincin dan suntikan tidaklah berbahaya bagi janin yang sedang berkembang. Meski demikian, kami menyarankan anda untuk USG atau tespak untuk memastikan bahwa aborsi anda tuntas atau tidak.

Bagaimana mencegah kehamilan tidak direncanakan di masa depan?

Sekitar 85% perempuan seksual aktif yang tidak menggunakan kontrasepsi hamil setiap tahunnya. Seorang perempuan bisa menjadi hamil saat menyusui, sekitar 10 hari setelah persalinan, dan bahkan ketika menstruasi. Menarik penis keluar sebelum ejakulasi dan abstinen berkala tidak mencegah kehamilan atau penyebaran infeksi menular seksual. Disini anda dapat membaca lebih lanjut mengenai beberapa jenis kontrasepsi.

Anda dapat mencegah kehamilan dengan:

  1. Tidak berhubungan seks sama sekali (Abstinen Total)
  2. Menggunakan kontrasepsi

Kalau anda seksual aktif dan tidak ingin menjadi hamil, selalu gunakan kontrasepsi.

Metode Kontrasepsi:
Tidak ada metode kontrasepsi yang memberikan perlindungan 100%.
Kondom latex untuk laki-laki merupakan merode kontrasepsi yang dianggap paling efektif mengurangi resiko infeksi menular seksual (IMS). KB lain seperti pil, implan, dan IUD tidak melindungi dari IMS.

Untuk Perempuan

DIAFRAGMA adalah sebuah piringan karet dengan pinggiran yang fleksibel menutupi servik dan digunakan bersama spermicide. Tersedia hanya melalui resep dokter dan harus disesuaikan ukurannya oleh tenaga ahli. Diafragma melindungi hingga enam jam dan harus tetap berada pada tempatnya selama sedikitnya 6 jam setelah hubungan seksual, tapi tidak lebih dari 24 jam.

KONTRASEPSI ORAL melindungi dari kehamilan dengan menggabungkan hormon estrogen and progestin. Hormon tersebut mencegah ovulasi. Pil harus diminum setiap hari seperti dan tidak bekerja apabila terjadi muntah atau diare. Efek samping dari pil antaranya seperti mual, sakit kepala, nyeri payudara, tambah berat badan, perdarahan tidak teratur, dan depresi.

DEPO-PROVERA adalah kontrasepsi yang disuntikkan ke dalam otot di lengan atau pantat setiap tiga bulan. Suntikan ini harus diulangi setiap 3 bulan. Menstruasi bisa jadi tidak teratur dan terkadang tidak datang sama sekali.

IMPLAN (seperti Norplant atau implanon) dibuat dari tangkai karet kecil, ditanam dibawah kulit lengan atas, dan mengeluarkan steroid levonorgestrel. Implan bertahan 3 sampai 5 tahun. Efek samping implant termasuk perubahan siklus menstruasi, berat badan bertambah, nyeri payudara, dan tulang keropos.

IUD is a T-shaped device inserted into the uterus by a health-care professional. The IUD can remain in place for 5- 10 years. IUD’s have one of the lowest failure rates of contraceptive method. Sometimes the IUD can be expelled and a woman has to check each month after her period with her finger if she can still feel the threads of the IUD. Other side effects can include abnormal bleeding and cramps, but this usually only occurs during and immediately after insertion.

STERILISASI ALAT REPRODUKSI PEREMPUAN dilakukan melalui pembedahan. Saluran tuba diikat untuk mencegah pertemuan sel telur dengan sel sperma dan mencegah kehamilan. Kontrasepsi ini bersifat permanen.

KONTRASEPSI DARURAT harus dilakukan maksimal 72 jam setelah hubungan seks tidak aman guna mencegah kehamilan tidak direncanakan. Seorang perempuan harus menggunakan 1 Norlevo, dan pil kedua 12 hingga 24 jam kemudian. Selain Norlevo, kebanyakan kombinasi (estrogen dan progesterone) pil KB juga dapat digunakan. Gunakan maksimal 72 jam setelah hubungan seks tidak aman. Satu dosis 100 µg ethinylestradiol + 500 µg levonorgestrel (2-4 pil KB), 12 jam kemudian gunakan dosis kedua.

IUD DARURAT harus dipasang maksimal 5 hari setelah hubungan seks tidak aman. IUD dapat bertahan 5 sampai 10 tahun.

Untuk Pria

KONDOM biasanya terbuat dari karet latex dan hanya dapat dipakai sekali. Beberapa mengandung spermicide untuk membunuh sperma. Mereka berperan sebagai penghalang mekanis, mencegah kontak langsung semen, cairan kelamin yang terinfeksi, dan luka kelamin dengan vagina. Kondom merupakan metode paling efektif untuk mengurangi resiko infeksi dari virus yang menyebabkan AIDS dan jenis infeksi menular seksual (IMS) lainnya. Memasang kondom dengan benar penting dilakukan sebelum hubungan seks.

STERILISASI ALAT REPRODUKSI PRIA dikenal sebagai vasectomi, adalah sebuah operasi cepat yang dilakukan dibawah anestesi local dengan kemungkinan komplikasi paska operasi yang kecil, seperti perdarahan atau infeksi. Tidak menyebabkan hilangnya kemampuan ereksi dan ejakulasi. Sel sperma merupakan bagian sangat kecil (1%) dari cairan dan pria tidak akan melihat perbedaan apapun saat ejakulasi. Tubuh akan menyerap sel sperma.

Tingkat Efektifitas Setiap Kontrasepsi:

Perkiraan Efektifitas
Kondom latex laki-laki 86%
Kondom perempuan 79%
Diafagma dengan Spermicide 80%
Kontrasepsi Oral Over 95%
KB suntik (Depo-Provera) Over 99%
Implant (Norplant, Implanon) Over 99%
IUD (Intrauterine Device) 98-99%
Sterilisasi bedah Over 99%
Kontrasepsi darurat 75%
© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]