Kategori: Nasional

Gelar Perkara Pidato Ahok, Pakar Hukum: Tak Ada yang Dilanggar Kalau Terbuka





Jakarta – Bareskrim Polri berencana akan melakukan gelar perkara pada Selasa besok terkait status laporan pidato kontroversi Cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Gelar perkara rencananya akan dilakukan secara terbuka. Apakah diperbolehkan?

“Gelar perkara terbuka atau tidak memang tidak ada aturannya, gelar perkara itu adalah bagian kontrol dari masyarakat. Jadi kalau pun terbuka tidak ada yang dilanggar,” ujar pakar hukum dari Universitas Trisakti, Fickar Hadjar, saat diwawancara detikcom, Senin (14/11/2016).

Fickar mengatakan, sewajarnya gelar perkara dilakukan tertutup. Alasannya, karena gelar perkara di kepolisian merupakan tahapan awal proses hukum bukan suatu sistem peradilan.

“Kalau pun ada yang dilanggar misalnya terbuka paling hanya langgar kebiasaan saja,” ucapnya.

Dia menjelaskan, gelar perkara juga biasa dilakukan di tingkat penyidikan. Gelar pekara ini dilakukan oleh penyidik untuk menentukan apakah kasus ini bisa lanjut atau harus dihentikan.

“Jadi gelar perkara ini untuk menentukan apakah kasus ini bisa dilanjutkan atau di-SP3, kalau tidak ada pidana ya di-SP3 kalau ada di-P21,” ujar Fickar.

Lantas bolehkah gelar perkara langsung diliput media massa?

“Tidak mungkin karena ini bukan pengadilan,” jawab Fickar.

Polisi berencana melakukan gelar perkara terbuka pada Selasa esok. Gelar perkara terbuka yang dimaksud adalah polisi mengundang beberapa saksi ahli termasuk pelapor dan terlapor untuk menyaksikan gelar perkara.

(rvk/idh)

Masih Sibuk, Kemungkinan Antasari Azhar Tak Bisa Temui Pimpinan KPK Pekan Ini





Jakarta – Eks Ketua KPK Antasari Azhar sebelumnya dijadwalkan akan bertemu pimpinan KPK pada pekan lalu. Tetapi hal itu tidak bisa dilaksanakan karena Antasari sibuk menerima tamu. Kemungkinan, pekan ini Antasari juga belum bisa menemui pimpinan KPK. Kenapa?

“Mungkin belum tentu minggu ini, Pak Antasari masih sibuk terima tamu. Memang Pak Antasari itu memang ingin ke sana (KPK),” ujar pengacara Antasari Azhar, Boyamin Saiman, saat diwawancara detikcom, Senin (14/11/2016).

Boy mengatakan, sejak keluar dari penjara pada 10 November lalu, Antasari terus didatangi rekan-rekannya. Tamu yang mendatangi eks Ketua KPK itu mulai dari teman sekolah, teman di Kejaksaan hingga teman di KPK.

“Jadi banyak sekali tamu-tamunya termasuk saudara dan rekan-rekan media juga,” ucapnya.

Dia menambahkan, Antasari akan mengadakan syukuran besar pada 26 November. Rencananya Antasari akan mengundang Wapres Jusuf Kalla.

“Termasuk Eks Jaksa Agung Pak Basrief Arief, teman-teman Komisi III DPR, teman-teman pimpinan KPK saat Pak Antasari di sana juga akan diundang,” ucapnya.

Antasari Azhar bebas pada 10 November lalu. Statusnya bukan bebas murni melainkan masih bebas besyarat. Dia telah menjalni hukuman kurungan 7,5 tahun.

(rvk/idh)

Molotov di Samarinda, Polisi: Pelaku Luka Ringan, Masih Bisa Beri Keterangan





Jakarta – Polisi masih mengembangkan dan mendalami kasus pelemparan bom molotov di depan Gereja Oikumena Samarinda, Kalimantan Timur. Pelaku juga masih diperiksa oleh Tim Densus 88 Antiteror.

“(Pelaku) masih diinterogasi (Tim) Densus,” kata Kapolres Samarinda Kombes Setyobudi Dwiputro saat dihubungi detikcom lewat telepon, Minggu (13/11/2016) malam.

Saat ditanya soal luka yang dialami pelaku, Setyo menuturkan bahwa pelaku hanya terkena percikap api akibat aksinya itu.

“Lukanya enggak papa, mungkin kena percikan ini, percikapan kayak api. Kayak kesamber gitu aja kok,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pelaku juga bisa memberikan keterangan kepada Tim Densus. Namun, Setyo belum bersedia membeberkan hasil pemeriksaan tersebut.

“Yang bersangkutan bisa ngasih keterangan kok,” sambungnya.

Belum diketahui apa motif pelaku melempar bom molotov saat jemaat baru saja usai melaksanakan ibadah. Polisi mengkonfirmasi bahwa pelaku berinisial J.

Kapori Jenderal Tito Karnavian sebelumnya mengatakan, pelaku adalah mantan napi yang terkait jaringan bom buku di Jakarta tahun 2011 silam.

“Pelaku sudah ditangkap. Napi kasus teror bom Puspitek di Serpong dan terkait bom buku di Jakarta 2011,” kata Tito.

(idh/rvk)

Antisipasi Teror, Wagub Jatim: Kewaspadaan Kita Tingkatkan


Antisipasi Teror, Wagub Jatim: Kewaspadaan Kita TingkatkanWagub Jatim/ Foto: Rois Jajeli



Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama TNI, Polri dan tokoh ulama, tokoh masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi teror bom. Wakil Gubernur Jawa Timur berharap, kejadian teror bom molotov di Samarinda tidak terulang dan Indonesia tetap aman, termasuk Jawa Timur dari ancaman bom.

“Tentu kewapadaan di tingkatkan. Jajaran kepolisian, TNI dan pemerintah daerah plus tokoh masyarakat, terus melakukan konsolidasi di semua tingkatan. Koordinasi terus dilakukan,” kata Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim, Minggu (13/11/2016).

Wagub yang akrab disapa Gus Ipul ini mengatakan, pihaknya terus menggalakkan deteksi dini. Bahkan, Jumat kemarin, Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim telah melakukan pertemuan dengan camat, kapolsek, danramil serta jajarannya dibawahnya untuk memastikan koordinasi dan sinkronisasi.

“Kami juga berharap peran serta seluruh lapisan masyarakat, untuk melaporkan kejadian sekecil apapun ke aparat, ke babinsa, babinkamtibmas, kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, agar tercipta situasi kamtibmas (keamanan ketertiban masyarakat) tetap aman dan nyaman, kondusif,” terangnya sambil menambahkan, dari informasi pihak berwenang di bidang keamanan, situasi kamtibmas di Jawa Timur aman dan terkendali.

“Dan semua tempat-tempat strategis, objek vital tetap dalam pantauan,” jelasnya.

Wagub juga menyampaikan turut berduka bagi warga Samarinda yang menjadi korban dan mengalami luka-luka akibat terkena ledakan bom. Gus Ipul berharap penegakkan hukum dapat dijalankan.

“Mari kita ciptakan Indonesia yang aman, damai, tentram. Jawa Timur kondusif terus,” jelasnya.

(roi/rvk)

Tak Cuma PBNU, PKB Juga Berharap Gus Dur Dapat Gelar Pahlawan





Jakarta – PBNU berharap pemerintah mengapresiasi Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan memberi gelar Pahlawan Nasional. PKB pun memiliki harapan yang sama.

“Gus Dur sebagai Bapak Bangsa sudah sangat layak untuk segera dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional,” ungkap Wasekjen PKB Daniel Johan kepada detikcom, Kamis (10/11/2016).

Menurut Daniel, PKB sudah setiap tahun mengusulkan kepada pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan untuk Gus Dur. Itu sudah dilakukan berkali-kali.

“Karena itu menjadi aspirasi luas masyarakat se-nusantara yang selalu diterima PKB,” ujar Wakil Ketua Komisi IV DPR itu.

Gus Dur yang dikenal sebagai tokoh pluralisme itu dikatakan Daniel banyak dicintai masyarakat. Peran dan jasanya untuk negara pun, kata Daniel, tak bisa dianggap enteng.

“Selain peran sejarah Gus Dur yang besar untuk bangsa ini, Gus Dur juga melekat dan dicintai di hati masyarakat luas Indonesia,” ucap dia.

“Banyak yang merasa rindu dengan sosok Gus Dur,” imbuh Daniel.

Seperti diketahui, pemerintah baru saja memberikan gelar pahlawan nasional kepada KH As’ad Syamsul Arifin sebagai tokoh yang berperan dalam berdirinya Nahdlatul Ulama dan ikut memperjuangkan merebut kemerdekaan Indonesia. Setelah KH As’ad, PBNU juga berharap pemberian gelar pahlawan nasional diberikan untuk Gus Dur.

“Juga yang kami usulkan Gus Dur yang bisa dicatat sebagai pahlawan nasional,” kata Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Gaishal Zaini, Rabu. (9/11).

Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) juga menyatakan hal yang sama. Politisi Golkar itu meminta agar pemerintah memberi gelar pahlawan nasional untuk Gus Dur dan Presiden Soeharto.

“Kalau saya pribadi inginnya (Soeharto jadi pahlawan nasional, -red), apa sih susahnya? Gus Dur juga,” tutur Akom, Kamis (10/11).

(elz/bag)

Sebanyak 12 Rumah di Permukiman Padat Penduduk di Makassar Ludes Terbakar





Makassar – Sebanyak 12 rumah di kawasan padat penduduk di Jalan Kandea 3, Lorong 10, Kelurahan Bunga Eja Beru, Kecamatan Tallo, Makassar ludes terbakar. Lebih dari 15 unit mobil pemadam kebakaran kota Makassar dikerahkan.

Menurut informasi yang dihimpun detikcom, kebakaran terjadi sejak pukul 20.15 WITA, Kamis (10/11/2016). Api yang menjalar cepat langsung menghanguskan belasan rumah yang terbuat dari kayu.

Sedikitnya 12 rumah yang ditempati 22 kepala keluarga habis terbakar. Belum diketahui apa penyebab kebakaran tersebut.

“Masih kita sisir, dan kita selidiki penyebab kebakaran,” kata Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi.

Saat ini api sudah padam. Namun petugas masih melakukan pendinginan di lokasi.

(adf/bag)

Lian Gouw: Penulis Novel Sejarah di San Mateo, San Francisco

Walaupun ia menuturkan kisah hidupnya dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar, penulis Lian Gouw baru mempelajari bahasa tanah kelahirannya enam tahun yang lalu.

“Waktu saya pulang tahun 2010, saya satu kata (Bahasa Indonesia) pun tidak mampu. Saya baru belajar mulai awal 2011,” kata Lian.

Setelah lebih dari 35 tahun menetap di San Mateo, California, Lian menginjakkan kakinya kembali di Indonesia pada tahun 2010 saat peluncuran novelnya “Menantang Phoenix.”

Novel ini ia tulis dalam Bahasa Inggris dengan judul “Only a Girl” sebelum diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

“(Novel ini) melukiskan kedudukan perempuan, meskipun dimana juga, bangsa apa juga, dalam lingkungan keluarga,” Kata Lian.

“Only a Girl” mengisahkan perjuangan tiga generasi perempuan Tionghoa-Indonesia dalam mencari jati dirinya. Novel ini berlatar belakang sejarah Indonesia dari tahun 1930 hingga 1952 di era depresi, perang dunia kedua, hingga pemberontakan kemerdekaan terhadap penjajahan Belanda berbaur dengan konflik budaya.

Lian memang sudah senang membaca dan menulis sejak kecil sewaktu tinggal di Bandung dan pernah mendapatkan penghargaan menulis dari sekolah dan surat kabar setempat.

Selama tinggal di Indonesia dan hidup di bawah penjajahan Belanda, ia menyesal tidak pernah belajar kebudayaan dan sejarah Indonesia, tanah airnya, dengan benar.

“Waktu Presiden Soekarno mengumumkan bahwa bahasa Indonesia lah ada bahasa kita dan itu bahasa yang akan dan hanya itu bahasa yang diperbolehkan untuk dibicarakan dan digunakan. Buku-buku Belanda semua dibakar, disita dan dibakar, disitulah saya merasa, saya dibungkam, tetapi sekarang saya mengerti dan saya tahun yang lalu, saya pergi ke makam Bung Karno dan saya minta maaf,” ujar Lian.

Sebagai bukti kecintaannya pada dunia menulis dan Indonesia, kini Lian mendirikan penerbitan Dalang Publishing yang telah menerjemahkan 8 novel Indonesia ke dalam Bahasa Inggris.

“Saya hanya menerbitkan tulisan sejarah dan kebudayaan. Kalau tidak ada kekaitan dengan sejarah dan kebudayaan, saya tidak akan menerbitkannya karena kerjaannya banyak, dan uangnya banyak, dan itu saya, saya, saya,” kata Lian.

Buku terbaru yang kini tengah digarap oleh Dalang Publishing adalah buku “Dasamuka” karya seorang penulis dari Purworejo.

Aktivis Anti dan Pro-Aborsi di AS Kembali Berunjuk Rasa

Para aktivis anti-aborsi yang didukung pemerintah baru Presiden AS Donald Trump hari Sabtu (11/2) melangsungkan demonstransi di seluruh Amerika, menyerukan penghentian anggaran federal untuk “Planned Parenthood”. Namun di beberapa kota lain demonstran pro-aborsi menghadang protes tersebut.

Ribuan pendukung “Planned Parenthood” – yang sebagian besar mengenakan topi berwarna pink yang berbentuk kepala kucing – memadati jalan-jalan di kota St.Paul, Minnesota, dan hanya dipisahkan dengan barikade ketika berhadapan dengan pendukung anti-aborsi.

Di Detroit, Michigan, sekitar 300 orang berdemonstrasi di depan kantor “Planned Parenthood”, sebagian besar mendukung organisasi itu.

Sementara di St. Louis, Missouri, ribuan orang berdemonstrasi mendukung hak reproduksi perempuan, dimana sebagian diantaranya membawa spanduk bertuliskan “Saya Mendukung Planned Parenthood”.

Kathy Brown, pendukung “Planned Parenthood” yang ikut berdemonstrasi di St. Louis hari Sabtu mengatakan “organisasi itu telah melakukan banyak hal untuk membantu orang memahami hak-hak kesehatan reproduksi mereka, bukan saja soal aborsi, dan mereka juga membantu memberikan alat kontrasepsi, pemeriksaan kanker, konseling, dan beragam layanan lain.

“Saya sangat prihatin ketika mereka diserang seperti ini,” ujarnya.

Sementara Andy LaBine yang berdemonstrasi di Ramsey, Minnesota, bersama kelompok anti-aborsi mengatakan ia yakin “Planned Parenthood” berlindung di balik layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Saya pribadi percaya bahwa aborsi adalah bentuk ketidakadilan terhadap kemanusiaan,” ujar perempuan berusia 44 tahun itu. [em]

Sekolah Sebagai Suaka Siswa Imigran Gelap

Terkait keputusan eksekutif Presiden Donald Trump tentang pembangunan tembok pemisah antara AS-Meksiko,sejumlah sekolah dan kampus di AS menyatakan siap menjadi suaka para siswa imigran gelap.Salah satunya, SD di distrik Chula Vista, yang punya jumlah SD terbanyak dan keragaman etnis siswa terbesar.

Pelajar SMA Manggung dengan Musisi Kelas Dunia di 'Grammy Camp'

Setiap tahun puluhan pelajar Amerika yang berbakat diundang mengikuti Grammy Camp di Los Angeles. Selama 10 hari mereka diasah kemampuan musiknya dan berkesempatan manggung dengan musisi ternama. Tahun ini, mereka mendapat pengalaman tak terlupakan – yaitu tampil bersama pianis Indonesia peraih tiga nominasi Grammy, Joey Alexander.

Bagi banyak pelajar SMA di Amerika ini, bisa menembus seleksi ketat dan terpilih sebagai salah satu personil Grammy Band yang bergengsi adalah mimpi yang jadi nyata. Seperti yang dirasakan Christian McGhee, pelajar asal St. Louis Missouri.

Christian McGhee, personil Grammy Band mengatakan, “Saya tadinya masih tidak percaya, berada di sini, akan tampil dalam pesta setelah malam penghargaan Grammy. Saya tidak percaya sampai akhirnya benar-benar berada di sini.” Demikian, ungkap laki-laki 18 tahun ini.

Yang lebih membanggakan lagi, mereka bisa berbagi panggung dengan musisi kelas dunia.

Seperti yang terlihat di kelab jazz Bluewhale di Los Angeles, California Rabu malam. Puluhan musisi muda berbakat ini jamming bersama Joey Alexander, pianis Indonesia peraih tiga nominasi Grammy – penghargaan musik paling bergengsi di Amerika.

Geoff Galante, pelajar asal Alexandria, Virginia yang juga personil Grammy Band, bahkan berkesempatan berduet dengan Joey.

Pianis Joey Alexander tampil bersama para pelajar SMA peserta Grammy Camp - Jazz Session di kelab Bluewhale, Los Angeles, Rabu 8/2 (foto: VOA).

Pianis Joey Alexander tampil bersama para pelajar SMA peserta Grammy Camp – Jazz Session di kelab Bluewhale, Los Angeles, Rabu 8/2 (foto: VOA).

“Kami bermain balada, hanya kami berdua. Saya bermain terompet. Saya bangga sekali. Kami berduet selama sekitar 15 menit,” kata Geoff Galante, remaja 16 tahun ini.

Joey Alexander yang berusia 13 tahun mengaku senang bisa tampil bersama musisi-musisi sebayanya.

“Mereka adalah musisi yang hebat, dan saya senang bisa bermain musik dengan mereka. Merupakan kehormatan saya bisa bermain musik dengan orang-orang sepantaran saya. Saya sangat bahagia,” tutur Joey.

Grammy Camp – Jazz Session ini adalah bagian dari program tahunan Grammy in the Schools yang digagas oleh Grammy Foundation.

Direktur Pendidikan David Sears mengatakan program ini terbuka bagi para pelajar di seluruh Amerika, tapi bukan tidak mungkin akan diperluas di masa mendatang.

“Itu mungkin saja terjadi. Tetapi tergantung pada sponsor, anggaran, keuangan dan hal-hal semacam itu. Tapi kami selalu berdiskusi tentang bagaimana kita bisa memperluas cakupan aktivitas kami, tidak hanya program edukasi, tapi juga program dengan Recording Academy juga,” ujar David.

Grammy Camp – Jazz Session tahun ini diikuti oleh 32 pelajar SMA dari 30 kota di Amerika. Selain tampil, para musisi muda ini juga berkesempatan mendapatkan beasiswa, merekam album dan menghadiri acara penghargaan Grammy yang akan diadakan hari Minggu, 12 Februari mendatang. [vm/yl]

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]