Kategori: Nasional

Sedang Asyik Nyabu, Pemuda di Deli Serdang Ditangkap Polisi





Medan – Seorang pemuda di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) dibekuk polisi. Dia dibekuk karena kedapatan sedang asyik mengonsumsi narkoba jenis sabu.

“Pemuda tersebut bernama Tomi (24). Dia merupakan warga Desa Bandar Labuhan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang,” kata Kasubag Humas Polres Deli Serdang AKP M Agustiawan kepada detikcom, Jumat (11/11/2016).

Agustiawan mengatakan, pelaku ditangkap pada Rabu (9/11) di kediamannya. Petugas yang menggerebek mendapati pelaku sedang asyik mengonsumsi barang haram tersebut.

“Selain itu, petugas juga menggeledah dan ditemukan dari tangan pelaku berupa barang bukti satu paket sabu dengan berat 0,18 gram dan plastik klip sabu,” sambungnya.

Agustiawan menuturkan, penggerebekan tersebut dilakukan berdasarkan aduan masyarakat bahwa di kediaman pelaku sering dilakukan pesta sabu bersama teman-temannya.

Kini, pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Deli Serdang. Polisi masih melakukan pengembangan terkait kasus tersebut.

(rni/dhn)

Bonek Protes PSSI di Surabaya karena Tak Bahas Status Persebaya





Surabaya – Para pendukung klub Persebaya atau yang disebut Bonek kecewa dengan Kongres PSSI yang tak membahas status Persebaya. Mereka kemudian melakukan konvoi sebagai bentuk protes.

Massa Bonek mengawali aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Jl Gubernur Suryo, kamis malam (10/11/2016). Setelah itu mereka bergerak menuju kantor PSSI Jawa Timur di Jl Kertajaya.

Konvoi massa Bonek ini mendapat pengawalan ketat oleh polisi. Massa Bonek juga secara bergelombang menuju ke pusat kota. Saat rombongan Bonek melintas di Jalan Raya Darmo, sempat diwarnai aksi pemblokiran jalan.

Di antara mereka membakar spanduk bekas di tengah jalan. Selain itu, ada sejumlah orang yang melakukan perusakan terhadap tanaman di pulau taman yang berada di Jalan Raya Darmo. Juga merusak rambu-rambu lalu lintas dirobohkan. Aparat kepolisian akhirnya membubarkan kerumunan massa di Jalan Raya Darmo.

Bonek Protes PSSI di Surabaya karena Tak Bahas Status PersebayaFoto: Rois Jajeli/detikcom

Konvoi lainnya di kawasan Wonokromo juga terjadi aksi anarkis. Sebuah mobil patroli lalu lintas yang di parkir di dekat pos polisi ini pecah jendela kanan dan beberapa bagian badannya penyok.

Demikian pula di jalur frontage Jalan A Yani sisi barat. Massa yang datangnya dari arah Bundaran Waru, sempat bergerombol di dekat SPBU Jalan A Yani.

Bonek Protes PSSI di Surabaya karena Tak Bahas Status PersebayaFoto: Rois Jajeli/detikcom

Dari keterangan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Iman Sumantri bahwa terjadi penjarahan warung makan. Karena sulit dikendalikan, polisi membubarkan kerumunan massa dengan tembakan gas air mata sebanyak tiga kali.

Kemudian, polisi menggiring massa kembali ke arah Bundaran Waru atau Sidoarjo dengan melawan arus. Akhirnya pada pukul 23. 20 WIB, situasi di Kota Surabaya sudah kembali kondusif. Massa Bonek sudah membubarkan diri.

(roi/bag)

Golkar Bantah Copot Fadel Muhammad Karena Tolak Dukung Ahok





Jakarta – Politikus Golkar, Fadel Muhammad merasa dicopot oleh Partai Golkar dari posisi Sekretaris Dewan Pembina (Wanbin) Golkar karena menolak mendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI 2017. Alasan itu dibantah oleh Golkar.

“Tidak ada hubungannya dengan Ahok. Itu semua (peninjauan kembali dukungan) kan hanya statement,” kata Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid saat dihubungi, Jumat (11/11/2016).

Baca Juga: Fadel Merasa Dicopot Golkar Gara-gara Tak Dukung Ahok

Nurdin mengatakan bahwa Fadel dicopot karena mendukung dan berkampanye untuk calon lain. Calon lain yang dimaksud adalah istri Fadel, Hana Hasanah yang maju di Pilgub Gorontalo melawan calon yang diusung Golkar, Rusli Habibie.

“Ini mekanisme sudah sesuai prosedur. DPD I Gorontalo beri surat dengan bukti Fadel kampanye, ikut sosialisasi, memasang baliho. Telak sekali, tidak debatable,” ucapnya.

Baca Juga: Dicopot dari Jabatannya, Fadel Muhammad Balik Serang Golkar
Sebelumnya diberitakan, Fadel hingga saat ini masih heran dengan alasannya dicopot. Dia mengakui bahwa tidak mendukung Ahok yang sudah diusung oleh partainya.

“Kalau alasannya karena saya tidak mendukung Ahok, itu dari hati kecil saya. Islam enggak boleh dipermainkan oleh dia. Jadi menurut saya enggak jelas, kalau saya diberhentikan karena meminta meninjau dukungan kepada Ahok,” ungkap Fadel ketika dihubungi terpisah.

Fadel tidak terima dengan pencopotannya. Dia kemudian mempertanyakan pencopotan ini ke Ketum Golkar Setya Novanto lewat pesan singkat.

“Saya pertanyakan ke Novanto juga kok begini. Kan bisa dibicarakan dengan baik-baik. Sudah saya SMS (Novanto) tapi belum balas,” ujarnya.

(imk/imk)

JK: Kalau Ada Bukti Memberatkan, HMI Siap Diproses Hukum





Jakarta – Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Islam dan 4 kader HMI dijadikan tersangka oleh polisi karena diduga terlibat dalam kericuhan saat demo 4 November lalu. Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, jika memang ada bukti kuat kader HMI terlibat harus diproses hukum.

“Ya kalau ada bukti yang memberatkan tentu HMI siap diproses, selama ada bukti-bukti yang betul menguatkan,” kata JK saat berbincang dengan wartawan di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/11/2016).

Wapres JK juga bicara soal adanya sekelompok orang yang mengatasnamakan alumni HMI dan melaporkan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut dia organisasi resmi alumni HMI KAHMI.

“HMI-nya sendiri PB HMI dengan KAHMI, alumninya, lembaga yang itu saya tidak tahu apa karena itu tidak dikenal di lingkungan HMI. Ya tidak ada, tidak ada organisasi itu di HMI, yang ada KAHMI, KAHMI saya kira reaksinya damai,” ucapnya.

Sementara terkait laporan atas Fakri Hamzah, JK mengatakan bahwa masyarakat yang tidak terima dengan sesuatu hal dapat melakukan proses hukum ke kepolisian.

“Bagus lah, justru ini anjuran pemerintah, jalur hukum, nanti kalau ke kepolisian, yang memastikan bersalah atau tidak, baguslah itu, jauh lebih baik, itu jalur hukum dari pada konflik,” kata JK yang juga alumni HMI itu.

(tfq/erd)

Hujan Angin Landa Jakarta, Ahok Minta Warga Hati-hati dan Waspada





Jakarta – Jakarta dilanda hujan deras disertai petir. Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta warga berhati-hati.

“Di musim hujan ini, warga agar berhati-hati dan waspada terhadap hujan angin. Saya yakin Pasukan Biru dan Oranye tetap siap lakukan penanganan,” kata Ahok lewat akun Twitter-nya @basuki_btp seperti dilihat detikcom, Jumat (11/11/2016).

Jakarta diguyur hujan deras disertai petir sejak siang tadi hingga saat ini. Sejumlah wilayah tergenang air dan banyak pohon yang tumbang.

Salah satu pohon tumbang diketahui menimpa halte TransJakarta di depan RS Harapan Bunda, Jakarta Timur. Petugas dan warga sekitar sudah mengevakuasi pohon tersebut.

Masyarakat meminta pasukan orange dan pasukan biru sigap karena saat ini di sejumlah titik banyak pohon tumbang dan genangan air.

(hri/hri)

Lincahnya Remaja di Pasar Minggu Breakdance Sambut Agus Yudhoyono





Jakarta – Sekelompok remaja menyambut calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono saat blusukan ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dengan lincah, mereka menampilkan tarian breakdance kepada Agus.

Saat itu Agus sedang blusukan menyapa warga di Kampung Jawa, Jalan Masjid Al-Ma’muriyah, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Sabtu (19/11/2016). Di sebuah gang sempit, sekelompok anak kemudian menunjukkan tarian breakdance kepadanya.

Agus yang sedang blusukan kemudian singgah sejenak menyaksikan tarian breakdance tersebut. Dia kemudian mengapresiasi penampilan anak-anak yang menyambutnya.

“Terima kasih, salaman dulu lah, bagus bagus, latihan terus ya, semoga nanti bisa tampil di mana-mana,” katanya sambil bersalaman dengan anak-anak yang menyambutnya.

Lincahnya Remaja di Pasar Minggu Breakdance Sambut Agus YudhoyonoFoto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom

Agus kemudian melanjutkan perjalanan dengan menyapa warga. Sesekali dia berhenti untuk berfoto bersama warga. Saat berkeliling, dia juga diiring oleh penampilan kasidah rebana dari warga.

(imk/imk)

Bus Tabrak Pembatas Jalan di KM 82 Tol Cipularang, Macet 4 Km Arah Jakarta





Jakarta – Sebuah bus menabrak pembatas jalan di KM 82 Tol Cipularang yang mengarah ke Jakarta. Akibatnya, bagian depan bus ringsek.

“Bus pariwisata menabrak pagar pembatas jalur di lajur sebelah kanan,” kata petugas Jasa Marga Traffic Information Center bernama Widodo saat dihubungi, Sabtu (19/11/2016).

Widodo menyebut kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 19.45 WIB. Widodo mengaku belum ada informasi mengenai ada tidaknya korban dalam kejadian itu.

“Saat ini petugas sedang melakukan penanganan,” kata Widodo.

Akibat kejadian itu, arus lalu lintas di Tol Cipularang yang mengarah ke Jakarta mengalami kepadatan. Petugas memantau kepadatan terjadi sekitar 4 kilometer menjelang lokasi kejadian.

“Kepadatan di KM 86 hingga KM 82,” ujar Widodo.

(aik/dhn)

Rumah Duka Sutan Bhatoegana Bertabur Karangan Bunga





Jakarta – Ucapan duka cita melalui karangan bunga mengalir dari beberapa tokoh untuk almarhum Sutan Bhatoegana. Ada sekitar belasan karangan bunga yang berada di rumah duka.

Rumah Duka Sutan Bhatoegana Bertabur Karangan BungaFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Belasan karangan bunga itu berdiri di sepanjang jalan menuju rumah Sutan Bhatoegana di Villa Duta, Jalan Sipatahunan nomor 26, Bogor, Sabtu (19/11/2016). Tampak ucapan bela sungkawa dari Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri BUMN Rini Soemarno, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Rumah Duka Sutan Bhatoegana Bertabur Karangan BungaFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Ada juga karangan bunga dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Dedi Handoko. Mayoritas karangan bunga dikirim oleh rekan sejawat Sutan Bhatoegana di Demokrat yaitu Hinca Pandjaitan, Djoko Udjianto, DPC Partai Demokrat dan anggota Demokrat di DPRD Kota Bogor.

Rumah Duka Sutan Bhatoegana Bertabur Karangan BungaFoto: Aditya Mardiastuti/detikcom

Sisanya dikirimkan oleh kolega Sutan Bhatoegana, di antaranya DPP PKB, DPD Golkar Kota Bogor dan Zainudin Amali. Sementara itu sejumlah pelayat mendatangi rumah duka termasuk Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang hadir bersama keluarganya, dan sederet pengurus Demokrat.

Sutan Bhatoegana meninggal pagi tadi di RS Bogor Medical Center (BMC) pukul 08.00 WIB. Jenazahnya dimakamkan di TPU Giri Tama, Parung, Bogor.

(ams/dhn)

Blusukan di Cempaka Putih Barat, Sylviana Serasa Pulang Kampung





Jakarta – Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sylviana Murni melanjutkan blusukannya sore ini di Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat. Ia mengaku seperti pulang ke kampung halaman sendiri.

Setibanya di Jalan Mardani, Gang Kubur, Sylvi sudah disambut warga untuk sekedar salaman dan foto bersama. Ia kemudian menyusuri lorong-lorong yang hanya muat dua motor dengan puluhan warga mengikutinya.

Sylvi sempat meminum jamu tradisional yang kebetulan sedang berkeliling. Selanjutnya, dia berkampanye di posko pemenangan Agus-Sylvi di kelurahan tersebut.

“Senangnya ku di sini dengan Agus-Sylvi,” ucap Sylvi menyanyikan lagu dengan lantunan musik ‘Sakitnya Tuh Di Sini-Cita Citata’ yang mencairkan suasana, Sabtu (19/11/2016).

Sylvi mengaku senang kelurahan Cempaka Putih Barat yang menghijau. Hal itu dikarenakan warga yang sudah sadar lingkungan dan sepanjang lorong sudah ditanami tanaman pot.

“Saya dulu sebagai walikota meminta pohon ditanam di sini dan sekarang sudah besar-besar di sini. Ada tanaman hidroponik dan tanaman merambat itu. Jadi tambah hijau,” jelas dia.

“Saya mengerti yang ibu butuhkan. Karena saya pernah jadi Plt walikota Jakarta Barat dan walikota Jakarta Pusat,” imbuh Sylvi.

Blusukan di Cempaka Putih Barat, Sylviana Serasa Pulang KampungFoto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom

Sylviana menegaskan bahwa program kesejahteraan rakyat seperti KJP tidak akan dihentikan. Nantinya, jika terpilih malah akan dia kembangkan.

“Kan enggak pantes kalau disetop. Dulu juga ada program seperti itu, cuma sekarang ganti nama. Insya Allah besok saya perbagus dan teruskan,” jelas Sylvi.

Ia percaya warga di kelurahan ini sudah mengenalnya dengan baik. Di ujung kunjungannya ini tak lupa ia meminta doa restu di kontestasi pilkada pada Februari mendatang.

(imk/imk)

Bawaslu DKI Usul Jadwal Kampanye Calon Ditentukan KPU




Jakarta – Adanya penolakan saat Basuki T Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat berkampanye, membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI mengusulkan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI untuk mengatur jadwal kampanye tiap pasangan cagub/cawagub DKI. Hal tersebut untuk meminimalisir potensi kejadian penolakan kampanye terulang.

“Kegiatan kampanye yang dilakukan sekarang itu kan diatur jadwalnya tergantung paslon. KPU perlu mengatur (jadwal kampanye) supaya lebih enak. Sekarang kan tidak, semua boleh kampanye kapan saja bahkan sampai malam,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Penindakan Bawaslu DKI, M Jufri di acara ‘Olah Strategi Atasi Fenomena Penolakan Kampanye di DKI’ di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/11/2016) .

“Kami usulkan jadwal kampanye sebaiknya dijadwalkan oleh KPU DKI,” lanjutnya.

Akibat dari jadwal kampanye yang diatur oleh tim pasangan calon dan seringnya para cagub/cawagub berkampanye hingga malam hari, kata Jufri, membuat koordinasi antara tim paslon dan kepolisian menjadi terlambat. Hal tersebut membuat kepolisian sedikit kesulitan untuk melakukan penjagaan pada paslon saat berkampanye.

Apabila jadwal kampanye ditentukan oleh KPU DKI, maka kemungkinan adanya pelanggaran seperti penolakan kampanye bisa dicegah.

“Karena jadwal kampanye dilaporkan ke kepolisian H-1 dan sering paslon kampanye hingga malam hari, membuat koordinasi kepada kepolisian agak terlambat. Seharusnya dari jauh-jauh hari sudah melaporkan mau kampanye di mana. Untuk mencegah adanya pelanggaran saat kampanye,” ujar Jufri.

(bis/imk)

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]