Kategori: 9. Kewaspadaan

Mengapa sebaiknya didampingi selama proses aborsi medis dan bagaimana jika tetap dilakukan sendirian?

Anda sangat disarankan untuk menggunakan obat-obatan dengan didampingi orang yang anda percaya. Namun, jika anda memilih melakukan aborsi seorang diri, hal ini belum tentu berbahaya. Pastikan anda berada dekat dengan alat komunikasi sehingga dapat menghubungi petugas medis. Anda harus pertimbangkan untuk memberitahu seseorang (tetangga, keluarga, atau orang yang berada dekat) bahwa anda sedang merasa tidak enak badan dan akan beristirahat. Minta mereka untuk sesekali menengok keadaan anda sesudah menggunakan Misoprostol. Dengan begitu seseorang bisa mengetahui jika anda mengalami komplikasi dan dapat membantu, tapi mereka tidak perlu tahu anda melakukan aborsi. Anda dapat beralasan bahwa mungkin anda keguguran.

Sumber ilmiah:

Sebuah kajian yang menguji efektifitas dan penggunaan Misoprostol di rumah dilakukan di Vietnam dan Tunisia. Dalam kajian ini, 22% perempuan di Vietnam dan 24% perempuan di Tunisia tidak didampingi siapapun saat menggunakan Misoprostol. Hal ini tidak berdampak pada angka kegagalan, komplikasi, atau efek samping yang lebih tinggi.
Jika seorang perempuan sedang melakukan aborsi medis, lebih baik kalau ia dapat menemukan orang yang dipercaya untuk mendampingi selama proses. Apabila ia mengalami efek samping yang parah (nyeri, kram, perdarahan, demam, mual, muntah, atau diare yang berkepanjangan atau parah) maka ada orang yang bisa membantu memperoleh bantuan medis.

Kapan anda tidak boleh menggunakan Misoprostol?

Anda tidak boleh menggunakan obat-obatan tersebut jika:

  • Orang lain memaksa anda untuk menghentikan kehamilan.
  • Anda tidak yakin ingin mengakhiri kehamilan.
  • Hari pertama menstruasi terakhir anda lewat dari 16 minggu.
  • Anda memilki alergi terhadap Mifepristone, Misoprostol, atau prostaglandin
  • Anda memiliki penyakit seperti berikut: kegagalan adrenal kronis, gangguan hemoragik atau kelainan darah, porphyries turunan (kondisi ini biasanya sudah anda ketahui sejak lama).
  • Anda masih memakai IUD. Alat ini harus dikeluarkan sebelum menggunakan obat-obatan.
  • Anda mengalami kehamilan ektopik (kehamilan diluar rahim).
  • Anda tidak berada dalam jarak 1 jam dari rumah sakit atau layanan kesehatan umum.
  • Anda sendirian. Anda harus meminta pasangan, teman atau orang terpercaya lainnya untuk tinggal bersama anda selama menggunakan obat-obatan.

Mengapa anda harus berada dalam jarak 60 menit dari layanan kesehatan saat melakukan aborsi?

Sangat penting berada dalam jarak satu jam dari bantuan medis jika anda kehilangan banyak darah. Hal ini juga berlaku untuk perempuan yang keguguran atau melahirkan. Untuk melakukan aborsi anda tidak perlu tinggal di kota. Hampir semua wilayah yang mempunyai akses internet juga memiliki layanan kesehatan darurat.
Rumah sakit dan puskesmas pasti memiliki peralatan medis dasar dan petugas. Peralatan dan keahlian yang dibutuhkan sama dengan penanganan bagi perempuan yang mengalami komplikasi karena keguguran atau melahirkan.

Sumber ilmiah:

“Aborsi medis bisa diterapkan bahkan pada setting yang sangat sederhana selama terdapat penanganan kesehatan bagi perempuan yang mengalami komplikasi atau kegagalan metode. Teknik yang digunakan untuk menangani komplikasi sama dengan penanganan aborsi spontan. Oleh karena itu, klinik aborsi tidak memerlukan aborsi medis dalam setting yang telah ada.
“Layanan aborsi medis tidak memerlukan layanan aborsi bedah penuh, namun prosedur vakum aspirasi harus tersedia bila dibutuhkan. Vakum aspirasi bisa dilakukan tanpa ketersediaan listrik dengan menggunakan aspirator manual. Karenanya, listrik tidak diperlukan untuk membantu perempuan yang mengalami komplikasi.

Apa itu IUD?

IUD adalah sebuah alat kontrsepsi berupa kumparan kecil panjangnya 3 cm dimasukkan oleh dokter ke dalam rahim untuk mencegah kehamilan. Seorang perempuan yang memasang IUD namun hamil harus melakukan USG karena kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik lebih tinggi. Apabila USG menunjukkan bahwa kehamilan berada dalam rahim, sangat penting IUD dikeluarkan sebelum melakukan aborsi.

Apa saja kontraindikasinya dan bagaimana cara mengetahuinya?

Kontraindikasi merupakan kondisi atau situasi yang menghalangi anda dari penggunaan Misoprostol secara aman. Umumnya hal ini telah anda ketahui sebelumnya.

Proses penyaringan informasi tentang kontraindikasi di internet sama dengan kunjungan tatap muka antara dokter dan pasien. Dokter umumnya mengetahui kontraindikasi dengan bertanya kepada pasien apakah ia memiliki salah satu dari kondisi medis tersebut. Anda mungkin tidak mengetahui apakah anda alergi terhadap obat ini atau tidak, namun reaksi alergi jarang terjadi dan sangat ringan (gatal-gatal).

Sumber ilmiah:

Perempuan biasanya mengetahui jika mereka memiliki IUD yang masih terpasang, gangguan hemoragik, kegagalan adrenal kronis; jika mereka menjalani terapi jangka panjang, atau jika mereka punya alergi terhadap mifepristone, misoprostol, jenis prostaglandin lainnya.Seorang perempuan mungkin tidak mengetahui apakah ia alergi terhadap salah satu obat, namun reaksi alergi jarang terjadi. Pada sebuah kajian yang melibatkan 80.0000 perempuan yang sudah menggunakan mifepristone, 6 perempuan (0.008%) mengalami reaksi alergi ringan (gatal-gatal) paska pemakaian. Dalam 6 kasus ini, perempuan mulai mengalami gatal-gatal, atau bekas yang teramat gatal. Semua perempuan tersebut menerima perawatan menggunakan antihistamine oral dan menggunakan misoprostol tanpa ada masalah.

“Semua kontraindikasi Misoprostol, kecuali usia kehamilan…jarang terjadi dan biasanya berdasarkan rekam medis, sehingga hal tersebut umumnya telah diketahui sebelumnya. Dokter melakukan pemeriksaan kontraindikasi dengan mengajukan pertanyaan apakah mereka memililki kondisi ini.

Apa itu kehamilan ektopik dan bagaimana cara mengetahuinya?

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berkembang diluar rahim, biasanya didalam tuba falopi. Situasi ini membahayakan nyawa karena dapat menyebabkan pecahnya tuba falopi jika kehamilan berkembang. Perawatannya harus dilakukan dengan cara operasi atau melalui obat-obatan. Namun, aborsi medis tidak dapat mengobati kehamilan diluar rahim!

Anda dapat memastikan apakah kehamilan anda berada didalam rahim dengan cara USG. Bila anda menggunakan Mifepristone dan Misoprostol untuk mengakhiri kehamilan tapi belum melakukan USG, bisa jadi kehamilan ektopik anda tidak terdeteksi. Jika anda tidak mengeluarkan jaringan atau darah setelah menggunakan Misoprostol, mungkin anda mengalami kehamilan ektopik. Apabila anda tiba-tiba merasa sangat nyeri di bagian perut atau punggung, atau jika anda merasa akan pingsan atau benar-benar pingsan, atau anda merasa sakit di area bahu, kemungkinan anda mengalami kehamilan ektopik yang telah pecah dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Kehamilan ektopik dapat diobati bahkan ditempat yang membatasi akses aborsi.

Sumber ilmiah:

Kehamilan ektopik terjadi ketika telur yang dibuahi tidak menempel dan tumbuh dalam rahim seperti umumnya, tetapi menempel dan tumbuh di tempat lain, biasanya tuba falopi. Tuba falopi adalah saluran kecil yang dilewati sel telur yang dibuahi untuk menuju rahim. Jika kehamilan berlanjut, embrio akan berkembang dan menjadi terlalu besar dalam tuba falopi sehingga menyebabkan tuba falopi pecah. Kehamilan ektopik tidak dapat dilanjutkan dan harus dikeluarkan untuk menyelamatkan nyawa perempuan. Perawatan oleh ginekolog diperlukan untuk memastikan kesehatan perempuan. Jika tidak diobati, resiko yang dihadapi adalah perdarahan berat internal disebabkan oleh pecahnya tuba falopi.

Aborsi medis menggunakan Mifepristone-Misoprostol tidak bisa mengobati kehamilan ektopik. Jika seorang perempuan mengalami kehamilan ektopik, komplikasi tidak terkait dengan aborsi medis yang ia lakukan.“…Tidak ada bukti menunjukkan bahwa aborsi medis menyebabkan komplikasi yang berbeda pada perempuan dengan kehamilan ektopik.
Jika kehamilan ektopik tidak ditangani embrio dapat terus berkembang diluar rahim bahkan sesudah menggunakan Mifepristone dan Misoprostol. Embrio akan terus berkembang , dan bila tidak dikeluarkan, akan menyebabkan pecahnya tuba falopi saat embrio tumbuh terlalu besar. Bila tidak ditangani, resiko perdarahan internal karena pecahnya tuba falopi dapat terjadi. Ginekolog di negara manapun menangani perempuan dengan kondisi tersebut, bahkan negara yang sangat membatasi aborsi.

Seorang perempuan hamil yang mengalami gejala-gejala berikut ini kemungkinan mengalami kehamilan ektopik : nyeri di perut atau panggul, kram pada satu sisi panggul, perdarahan dalam jumlah kecil yang tidak biasa, payudara sakit, mual, nyeri di bagian punggung bawah.

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]