Kategori: Gaya Hidup

WHO: Meski Ada Kemajuan, Campak Tewaskan 400 Anak Per Hari

Jumlah kematian akibat campak telah turun 79 persen di seluruh dunia sejak tahun 2000 terutama berkat kampanye vaksinasi massal, namun hampir 400 anak meninggal dunia akibat penyakit setiap hari, menurut para ahli kesehatan global, Kamis (10/11).

Dalam sebuah laporan mengenai upaya-upaya global untuk “membuat campak sejarah”, badan PBB untuk anak-anak UNICEF, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga-lembaga lain mengatakan perlawanan masih dihambat bukan oleh kurangnya alat atau pengetahuan, tapi oleh kurangnya kemauan politik untuk membuat setiap anak mendapat imunisasi melawan penyakit yang sangat menular itu.

“Tanpa komitmen ini, anak-anak akan terus tewas karena penyakit yang dapat dicegah dengan mudah dan murah,” ujar Robin Nandy, kepala imunisasi di UNICEF.

Kampanye massal vaksinasi campak dan peningkatan cakupan vaksin rutin secara global diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 20,3 juta anak-anak yang hidup antara tahun 2000 dan 2015, menurut laporan tersebut.

Namun cakupan tersebut belum merata, dan di beberapa negara, mayoritas anak-anak tidak divaksinasi. Tahun 2015, sekitar 20 juta bayi luput diberikan suntikan vaksin campak dan diperkirakan 134.000 anak-anak meninggal karena penyakit tersebut.

Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, India, Indonesia, Nigeria dan Pakistan mencakup setengah dari bayi-bayi yang tidak divaksinasi dan 75 persen dari kematian akibat campak.

Campak adalah virus yang sangat menular dan menyebar melalui kontak langsung dan melalui udara. Penyakit ini adalah salah satu pembunuh terbesar untuk anak-anak di seluruh dunia, namun dapat dicegah oleh dua dosis vaksin yang tersedia secara luas dan tidak mahal. [hd]

‘Doctor Strange’ Nomor Satu Box Office Akhir Pekan

Sejumlah film baru berkualitas, termasuk film produksi Marvel “Doctor Strange,” film animasi “Trolls,” dan film drama berlatar-belakang Perang Dunia II garapan Mel Gibson, “Hacksaw Ridge,” menarik banyak penonton ke bioskop akhir pekan kemarin sehingga menghidupkan kembali Box Office yang selama ini lesu. Ketiga film berpenghasilan tertinggi itu mendapat penilaian positif dari kritikus film dan penonton.

“Doctor Strange” mendominasi bioskop-bioskop di Amerika dan meraup 85 juta dolar, menurut perkiraan studio hari Minggu. Dibintangi Benedict Cumberbatch sebagai dokter bedah saraf yang menjadi tukang sihir, “Doctor Strange” diputar serentak di luar Amerika pekan lalu. Sejauh ini, film tersebut meraup 325,4 juta dolar secara global.

Film animasi produksi DreamWorks, “Trolls,” berada di posisi kedua dengan 45,6 juta dolar di Amerika, dan 30 juta dolar di seluruh dunia. Sedangkan di tempat ketiga, “Hacksaw Ridge,” yang diangkat dari kisah nyata, meraup 14,8 juta dolar, padahal biaya pembuatannya 40 juta dolar. [ka]

WHO: Zika Bukan Lagi Darurat Kesehatan Global

Badan Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu mengatakan bahwa virus Zika tidak lagi menjadi darurat kesehatan publik dunia, namun lembaga itu menekankan perlunya respon jangka panjang untuk penyakit yang dibawa nyamuk tersebut.

“Virus Zika tetap menjadi masalah yang sangat signifikan dan jangka panjang, namun tidak lagi merupakan darurat kesehatan publik yang menjadi kekhawatiran internasional,” menurut komite darurat lembaga kesehatan PBB itu.

Brazil, yang telah menghadapi krisis Zika terburuk, mengatakan Jumat (18/11), bahwa negara itu akan mempertahankan status darurat.

Meskipun virus Zika menyebabkan gejala-gejala ringan pada sebagian besar orang, perempuan-perempuan hamil yang terinfeksi berisiko melahirkan bayi-bayi dengan mikrosefalus, yang ditandai dengan kepala yang kecil tidak normal dan perkembangan otak yang terganggu.

Lebih dari 2.000 bayi yang lahir dengan mikrosefalus sejak tahun lalu, sebagian besar di Brazil.

WHO awalnya mendeklarasikan epidemi Zika sebagai darurat kesehatan global pda Februari 2016, dan wabah tersebut memicu ketakutan akan infeksi di antara para pengunjung ke Olimpiade musim panas di Brazil.

WHO mengakui hari Jumat bahwa “banyak aspek dari penyakit ini dan konsekuensi-konsekuensi yang terkait masih harus dipahami” namun “hal ini dapat diketahui lewat riset yang berkelanjutan.”

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS mengatakan Jumat bahwa “sangat penting bagi perempuan hamil untuk tetap menghindari bepergian ke wilayah-wilayah dengan penyebaran lokal Zika, karena komplikasi-komplikasi yang menghancurkan dapat terjadi pada janin yang menjadi terinfeksi selama kehamilan.”

Penyakit itu terutama disebarkan oleh nyamuk, tapi juga dapat menyebar lewat kontak seksual. Zika telah menyebar ke lebih dari 60 negara dan wilayah sejak wabah baru-baru ini yang mulai di Brazil tahun lalu.

Selain mikrosefalus, virus Zika juga dapat menyebabkan masalah syaraf langka pada orang dewasa, seperti Sindrom Guillain-Barre. [hd]

‘Fantastic Beasts’ Sihir Box Office AS

Film “Fantastic Beasts and Where to Find Them” menyihir penonton dan menghasilkan pendapatan 75 juta dolar pada akhir pekan pertama.

“Fantastic Beasts and Where to Find Them” menyihir penonton dan menghasilkan pendapatan 75 juta dolar pada akhir pekan pertamanya, menurut perkiraan studio hari Minggu. Film spin off Harry Potter itu menggeser “Doctor Strange” dari peringkat pertama box office AS.

Dibintangi Eddie Redmayne dan diarahkan oleh sutradara Harry Potter, David Yates, film produksi Warner Bros. itu dibuat dengan biaya 180 juta dolar. “Fantastic Beasts” merupakan film pertama dari seri lima film yang ditulis oleh J.K. Rowling.

Tontonan itu mendapatkan penilaian positif dari para kritikus dan penikmat film.

“Doctor Strange” menempati posisi kedua dengan 17.7 juta dolar dan “Trolls” menyusul di belakangnya dengan 17.5 juta dolar.

Film fiksi ilmiah “Arrival” duduk di tempat keempat dengan 11.8 juta dolar. Sementara film komedi “Almost Christmas” mengantongi 7 juta dolar dan berada di posisi kelima. [vm]

Penayangan Film Natal “Almost Christmas”

Menjelang akhir tahun film-film bertema hari Natal mulai diputar di gedung-gedung bioskop Amerika salah satunya adalah Almost Christmas.

Almost Christmas berkisah mengenai keluarga yang berkumpul lagi untuk merayakan Natal bersama. Sebagaimana umumnya keluarga pertemuan mereka diwarnai cek-cok, dan peristiwa-peristiwa pertengkaran lucu dan berkesan.

Alur cerita film Almost Christmas menceritakan bagaimana Walter seorang pensiunan insinyur mekanik yang baru setahun ditinggal mati istrinya merayakan libur Natal pertama tanpa sang istri. Ia mengundang empat anaknya yang sudah dewasa bersama keluarga mereka untuk merayakan Natal. Bagi Walter ini adalah kesempatan langka melewatkan lima hari bersama anak-anaknya yang kerap tidak akur.

Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris kulit hitam dan tampaknya menyasar penonton warga kulit hitam. Film drama komedi keluarga ini naskahnya ditulis dan di sutradarai oleh David E Talbert, menyertakan bintang Kimberly Elise, Mo’Nique, Nicole Ari Parker, Gabrielle Union, Keri Hilson, Jessie Usher.

Awal syuting film ini dilakukan hampir setahun lalu di Atlanta, Georgia, dan awal November tahun ini di putar perdana di Los Angeles sementara di seluruh Amerika mulai 11 November 2016. [my]

Umat Islam Akan Kembali Gelar Demo Besar-besaran 2 Desember

Meski polisi telah menetapkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama, umat Islam berencana menggelar Aksi Bela Islam III pada 2 Desember mendatang.

Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Rabu lalu menaikkan status perkara penistaan agama diduga dilakukan oleh Ahok ke tingkat penyidikan. Selain menetapkan Ahok sebagai tersangka, polisi juga mencegah dia ke luar negeri. Penetapan Ahok sebagai tersangka ini dilakukan sehari setelah polisi menggelar perkara kasusnya.

Namun dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (18/11), GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa) Majelis Ulama Indonesia menyatakan tidak puas atas keputusan polisi itu. Melalui pernyataan sikap dibacakan juru bicaranya, Munarman, GNPF menuntut polisi segera menahan Ahok.

GNPF beralasan para tersangka dalam kasus-kasus penistaan agama sebelumnya pun langsung ditangkap dan ditahan. GNPF mempertanyakan mengapa Ahok mendapat perlakuan berbeda untuk kasus serupa. Munarman mengemukakan beberapa alasan kenapa Ahok harus segera ditahan.

“Satu, sudah dinyatakan sebagai tersangka dengan ancaman lima tahun penjara sesuai pasal 156a KUHP. Dua, berpotensi melarikan diri walau sudah dicekal Mabes Polri. Tiga, berpotensi hilangkan barang bukti lainnya selain yang sudah disita oleh Polri. Empat, berpotensi mengulangi perbuatan sesuai sikap arogannya selama ini suka mencaci dan menghina ulama serta umat Islam,” ujar Munarman.

Munarman mencontohkan saat dinyatakan sebagai tersangka, menurut Munarman, Ahok menuding peserta Aksi Bela Islam II pada 4 November lalu dibayar Rp 500 ribu per orang.

Alasan lain Ahok harus segera ditahan, tambah Munarman, pelanggaran hukum dilakukan Ahok telah membuat kegaduhan nasional dan internasional berdampak luas, serta menyebabkan korban luka dan meninggal. Bahkan, Munarman menegaskan perbuataan Ahok itu sangat berpotensi memecah belah bangsa dan negara Indonesia.

Pembina GNPF Habib Rizieq Syihab menjelaskan Aksi Bela Islam III nanti akan dimulai dengan pembacaan doa, istighosah, maulid, dan salat Jumat dengan imam serta khatib di kawasan Bundaran Hotel Indonesia. Habib Rizieq memperkirakan peserta Aksi Bela Islam III akan lebih banyak dari sebelumnya, memenuhi jalan mulai Semanggi sampai depan istana presiden.

Ketua GNPF Bachtiar Nasir mengatakan Aksi Bela Islam III merupakan aksi damai dengan misi persatuan dan kesatuan negara Indonesia.

“Kepada saudara-saudaraku dari kalangan non-muslim, kalian adalah saudara kami sesama warga negara Indonesia dan kami cinta kalian semua. Kepada saudara-saudaraku dari China, kita adalah warga negara Indonesia mempunyai hak sama. Kami tidak marah pada Anda, justru kami kecewa dan kami marah pada orang-orang dan kelompok-kelompok memecah belah kita. Pemodal-pemodal dengan menempatkan aktor-aktor politik, dengan menggunakan tangan-tangan keamanan yang mengganggu keharmonian kita sesama umat beragama, yang mengganggu keharmonian kita sesama warga negara Indonesia,” ujar Bachtiar Nasir.

Sementara itu, Jumat pagi, Tentara Nasional Indonesia, Polri dan masyarakat melakukan istighosah dan doa bersama di Monumen Nasional. Acara tersebut juga dihadiri ribuan anak yatim piatu. Doa digelar sebagi ungkapan rasa syukur dan bertujuan agar terciptanya kedamaian , keselamatan serta persatuan dan kesatuan bangsa. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan doa bersama ini bukan hanya dilakukan oleh umat Islam tetapi juga agama lain.

“Mudah-mudahan dengan acara doa bersama ini , lintas agama semua tergerak memohon kedamaian di Indonesia,” ujar Kapuspen TNI, Mayjen TNI Wuryanto.

Doa bersama juga digelar di gereja Katedral Jakarta dan tempat ibadah lainnya. Para jemaat juga melakukan doa bersama anggota TNI angkatan darat, laut dan udara. Ketua Konferensi Waligereja Indonesia ignasius Surharyo mengatakan sangat menghargai adanya doa lintas agama yang di prakarsai oleh Panglima TNI.

WHO: Pandemi Influenza Tetap Jadi Ancaman Global

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengeluarkan peringatan bahwa pandemi influenza global tetap menjadi ancaman nyata meskipun sudah kemajuan yang dicapai dalam kurun waktu 10 tahun terakhir dalam meningkatkan pasokan vaksin flu di seluruh dunia.

Pada tahun 2006, WHO mengakui banyak negara di dunia yang tidak siap untuk menangani pandemi influenza. Saat itu, ada kekhawatirn tentang penyebaran global pandemi flu burung H5N1.

Sebagai bentuk respon, WHO meluncurkan Rencana Aksi Global untuk vaksin influenza dengan tiga sasaran utama. Tujuannya adalah untuk meningkatkan penggunaan vaksin musiman berbasis bukti; meningkatkan produksi vaksin sebagai perlindungan terhadap pandemi dan meningkatkan kapasitas peraturan di negara-negara berkembang; serta mendorong pelaksanaan penelitian dan pengembangan untuk menciptakan vaksin yang lebih baik.

Inisiatif itu sekarang telah berakhir, namun Marie-Paule Kieny, asisten direktur jendral WHO untuk sistem kesehatan dan inovasi, mengamati bahwa persiapan global untuk menghadapi pandemi influenza telah jauh lebih baik dalam kurun satu dekade terakhir.

“Pastinya kami lebih siap dalam menghadapi pandemi influenza dibandingkan 10 tahun yang lalu,” ujar Kieny, “namun, kita tidak boleh kehilangan momentum dan kita masih menghadapi ancaman dari pandemi influenza di tahun 2016.”

Tingkatkan Produksi Vaksin

WHO menyatakan kapasitas produksi global untuk vaksin pandemi meningkat dari perkiraan 1,5 milyar dosis di tahun 2006 menjadi 6,2 milyar tahun lalu. Meskipun ada peningkatan yang mengesankan, Kieny berkata, masih “jauh dari sasaran Rencana Aksi Global yang bertujuan untuk mengimunisasi 70 persen dari populasi dengan dua dosis vaksin, yang berpotensi untuk mencapai kebutuhan sebanyak 10 milyar dosis.”

Ia menyatakan hanya negara-negara kaya yang memproduksi vaksi pada tahun 2006, sedangkan sekarang, 14 negara yang kebanyakan termasuk berpenghasilan menengah ke atas telah mencapai kemajuan dengan memproduksi kebutuhan vaksinnya sendiri. [ww]

Uskup-uskup Katolik Minta Maaf Akan Genosida di Rwanda

PIhak Gereja Katolik di Rwanda hari Minggu meminta maaf akan perannya dalam genosida tahun 1994, dan menyesali aksi mereka yang terlibat dalam pembantaian itu.

Gereja Katolik di Rwanda hari Minggu meminta maaf akan peran gereja itu dalam genosida tahun 1994, dan menyesali aksi mereka yang terlibat dalam pembantaian itu.

“Kami meminta maaf atas segala kesalahan gereja. Kami meminta maaf atas nama seluruh umat Kristiani atas segala bentuk kesalahan yang kami lakukan. Kami menyesal karena para anggota gereja melanggar sumpah setia mereka atas perintah-perintah Tuhan,” kata pernyataan Konferensi Uskup Katolik, yang dibacakan di paroki-paroki di seluruh negeri.

Pernyataan itu mengakui bahwa para anggota gereja merencanakan, membantu dan mengeksekusi genosida, dimana lebih dari 800,000 etnis Tutsi dan Hutu moderat dibunuh oleh ekstremis Hutu.

Banyak korban tewas di tangah pastor, biarawan dan biarawati, menurut penuturan saksi mata. Dan pemerintah Rwanda mengatakan banyak korban tewas di gereja-gereja dimana mereka mencari perlindungan.

Pernyataan uskup-uskup itu dianggap sebagai perkembangan positif dalam upaya rekonsiliasi di Rwanda. [vm]

Pengacara Bawa Kasus Pengambilan Organ China ke Australia

Anggota parlemen Australia dihimbau oleh dua orang pengacara dari Kanada untuk mengesahkan sebuah mosi yang mendesak China untuk segera mengakhiri praktik pengambilan organ tubuh dari tahanan politik dan penganut agama tertentu.

Dua pengacara Kanada telah mendatangi gedung parlemen Australia untuk membujuk para anggota parlemen untuk mengesahkan sebuah mosi yang mendesak China untuk segera mengakhiri praktik pengambilan organ tubuh dari tahanan politik dan penganut agama tertentu.

David Kilgour, mantan jaksa dan menteri luar negeri Kanada urusan Asia Pasifik, dan David Matas, seorang pengacara HAM, telah merilis bukti yang katanya menunjukkan China menjalankan sekitar 60,000 sampai 100,000 pencangkokan setahun, dengan organ-organ tubuh yang sebagian besar diambil dari para penganut Falun Gong, warga Muslim Uighur, umat Buddha Tibet, dan umat Kristiani.

Sekitar 200 penganut Falun Gong berdemonstrasi di luar Gedung Parlemen hari Senin menentang pengambilan organ secara paksa. Sementara Matas dan Kilgour bertemu dengan sejumlah anggota parlemen dari beberapa partai politik.

China mengatakan telah melakukan 10,057 transplantasi organ tahun lalu dan telah berhenti mengambil organ dari narapidana yang telah dieksekusi sejak Januari 2015. [vm]

Peringati Hari Anak Sedunia, Serukan Stop Kekerasan pada Anak

Peringatan Hari Anak Sedunia dan Hari Anti Kekerasan pada Anak tahun 2016 di Surabaya, diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya yang mengangkat tema Stop Child Abuse. Pada malam pentas seni Hari Anak Sedunia ini, hadir mantan Ibu Negara Hj. Sinta Nuriyah Wahid, yang selalu terlibat dalam gerakan perempuan dan anak serta gerakan kebangsaan lainnya.

Sinta Nuriyah menegaskan, orang tua memiliki peran penting dalam mendidik dan memberikan hak bagi anak-anaknya agar menjadi generasi penerus bangsa yang baik. Selain itu orang tua wajib menjaga dan memelihara anak mereka, agar tidak sampai menjadi korban kekerasan dan perdagangan manusia.

“Saya menyerukan kepada seluruh orang tua agar menjaga, memelihara, mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya, jangan rampas hak mereka, karena di tangan anak-anaklah jaya dan runtuhnya sebuah bangsa dan negara,” ujarnya.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah melansir, bahwa kasus-kasus kekerasan dan berbagai bentuk penyalahgunaan terhadap anak, hingga mengakibatkan kematian pada anak-anak, paling banyak disebabkan oleh konflik politik dan kemiskinan. Keterlibatan semua elemen bangsa sangat dibutuhkan untuk mencegah serta meminimalisir angka anak yang menjadi korban, akibat kurang optimalnya peran negara dalam memberikan jaminan terhadap hak anak.

Menurut Vikaris Jenderal Keuskupan Surabaya, Romo Agustinus Tri Budi Utomo, semua elemen bangsa termasuk institusi agama dan masyarakat mempunyai kewajiban mewujudkan hak perlindungan bagi anak, saat negara belum mampu mewujudkannya.

“Paling tidak itu ada empat unsur, satu negara, dua adalah institusi agama menurut saya, tiga institusi pendidikan, terus yang keempat keluarga. Ini adalah jalur-jalur strategis untuk membangun kesadaran perlindungan akan hak anak. Di sini menurut saya yang memang sejauh negara ini belum optimal, masih sibuk dengan politik, partai macam gitu ya, maka ini pentingnya masyarakat untuk peduli terhadap hal-hal yang terkait dengan perlindungan anak,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf yang hadir dalam peringatan Hari Anak Sedunia ini menegaskan, bahwa pemerintah telah membentuk tim satgas anti kekerasan seksual pada anak, yang melibatkan unsur polisi, tentara, aparatur desa dan tokoh masyarakat.

Saifullah mengatakan, “Kita akan ada MoU untuk bikin satgas (satuan tugas) ya, satgas kekerasan seksual, dengan polisi, dengan tentara yang itu memungsikan tiga pilar plus, Babinsa (TNI), Babinkamtibmas (Polri), Kepala Desa kalau di tingkat desa itu atau Kepala Dusun, ditambah tokoh-tokoh masyarakat. Ya itu yang bisa, karena pada umumnya pelaku itu dikenal baik oleh korban. Korban ini kalau kita tidak jaga dia bisa jadi pelaku, kan itu terjadinya bisa di sekolah, di lingkungan tempat-tempat ibadah, bisa jadi, dan itu biasanya gak lapor karena malu.”

Siti Nuriyah Wahid bersama Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Konsul Jenderal AS di Surabaya, Heather Variava, pemuka agama dan perwakilan anak-anak membacakan deklarasi anti kekerasan pada anak.

Siti Nuriyah Wahid bersama Wagub Jatim Saifullah Yusuf, Konsul Jenderal AS di Surabaya, Heather Variava, pemuka agama dan perwakilan anak-anak membacakan deklarasi anti kekerasan pada anak.

Saifullah Yusuf juga mengajak semua orang tua melindungi dan menjaga anak-anaknya, serta mengajari anak untuk berani melawan dan melaporkan, bila diperlakukan tidak benar atau mendapatkan tindak kekerasan dari orang lain.

“Memang kita harus awasi anak itu, itu yang pertama, yang kedua kita harus berani mendidik anak kita untuk melawan. Jadi bagaimana mereka mengatakan tidak, kita harus ajari mereka bahwa tubuh itu adalah milik dia yang tidak boleh dilihat oleh siapa pun termasuk dokter sekali pun, kalau toh dia lihat harus seizin dia. Kita harus ajari anak kita,” tambahnya.

Sementara itu Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Heather Variava menegaskan, pentingnya peran semua pihak untuk mendukung terpenuhinya hak-hak anak.

“Kami berharap, kami pikir bahwa semua anak ada hak untuk bermain, hak untuk belajar, hak untuk ada hidup (merasakan kehidupan) anak-anak. Dan kami, saya, dan semua rekan saya di Konsulat sangat senang bahwa kami bisa bermitra dengan Yayasan, dengan LSM, dengan tokoh agama, dengan pemimpin pemerintah untuk menghadapi dan mengatasi masalah-masalah itu,” ujarnya. [pr/em]

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]