Berkarir Kuliner Sepenuh Hati, Begini Cerita Chef Chitra

Selasa, 15 November 2016 | 23:03 WIB

Berkarir Kuliner Sepenuh Hati, Begini Cerita Chef Chitra

Chef Chrysansia Chitra. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta -Wanita berambut panjang itu bergegas menuju ke gerai Lifejuice di Fx Senayan, Jakarta Selatan. Di gerainya, Chef’s Kitchen, Kamis pekan lalu, ia seperti ikan yang berenang dalam air: bergerak sigap, melayani pembeli.  

Chrysansia Chitra atau biasa disapa Chef Chitra mencibtai dunia kuliner. “Di bidang ini saya menemukan passion yang sesungguhnya,” kata dia.
 
Perempuan kelahiran Jakarta, 9 Agustus 1984 ini menekuni bidang ini setelah membuka usaha Bakery dan Pastry bernama Chef’s Kitchen pada 2007. Terus terang saja, minatnya tumbuh dengan cepat, karena pengaruh seseorang yang sangat istimewa: neneknya. “Nenek saya seorang juru masak hebat di eranya. Saat kecil saya memperhatikan beliau dan tertarik bisa seperti beliau.”
 
Chitra jadi banyak belajar dari baker dan chef pastrynya. Namun, ia juga sadar bahwa ia harus menghirup lebih banyak lagi ilmu kuliner ini. Pada 2008, ia mengambil sekolah koki bidang cake decorating di Artistique Sugarcraft Singapura. Lima tahun berselang, ia belajar di Institute Culinary of Education(ICE) di New York. Langkah yang ia lanjutkan di Le Cordon Bleu Paris, pada 2015.

Perempuan setinggi 170 centimeter ini bukan hanya suka makan dan senang berkreasi dalam soal makanan. “”Saya merasa bebas berekspresi, begitu menyatu antara jiwa dan proses memasak.”
 
Kini Chitra sangat menikmati setiap proses kegiatan memasak dan melihat orang menyukai masakannya. Dunia kuliner menuntut ketekunan dan dedikasi yang total: dari pemilihan bahan makanan, cara mengolah, hingga pada saat penyajian bahan makanan, dan semua ini merupakan suatu kesinambungan. “Hal ini membuat saya semakin menyukainya.”

Sekitar tahun 2006, nama Chitra dikenal di dunia  modeling. Dunia yang dilukiskannya sebagai curahan ekspresi terhadap keindahan mode dan seni.

Sedangkan, “Bidang kuliner meruapakan jawaban terhadap intuisi bisnis dan naluri saya yang suka berproses,” ujar dia.
 
Di dunia kuliner, ia mendapati, entah pada soal makanan atau minuman, tidak pernah berhenti berproses dan berkembang. “Yang utama ya berkreasi, berimprovisasi dan berinovasi terhadap perkembangan pasar.”

HADRIANI P.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Bent Arfa [admin Jualcytotecmisoprostol.com]